Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IMF: Kejar Target Pertumbuhan, Pemimpin Dunia Tidak Boleh Lengah

Setelah melewati tahun 2014 yang penuh ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, para pemimpin negara-negara dunia dinilai masih harus berupaya keras tahun ini untuk dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi yang mereka tetapkan.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 24 Januari 2015  |  23:13 WIB
Logo IMF. -
Logo IMF. -

Bisnis.com, DAVOS – Setelah melewati tahun 2014 yang penuh ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, para pemimpin negara-negara dunia dinilai masih harus berupaya keras tahun ini untuk dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi yang mereka tetapkan.

Gubernur Dana Moneter Internastional (IMF) Christine Lagarde dalam paparannya saat menjadi pembicara pada World Economic Forum yang digelar di Davos-Swiss menyampaikan setidaknya ada tiga tantangan utama pemimpin dunia tahun ini yaitu stagnasi pertumbuhan, ketidakpastian situasi finansial, dan berbagai persoalan ‘peninggalan’ tahun 2014.

“Untuk menghindari stagnasi pertumbuhan, kita harus terus memperbarui kebijakan. Para pemimpin global meminta IMF untuk memantau. Kami siap memantau negara per negara, reformasi per reformasi,” ungkap Lagarde di Davos, Sabtu (24/1/2015), seperti dikutip Bisnis dari situs resmi WEF.

IMF dalam publikasi Economic Outlook 2015 yang dipublikasikan awal pekan ini memprediksi perekonomian global akan tumbuh 3,5% tahun ini, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yitu kenaikan 3,8%.

Dalam penjelasannya, Lagarde juga mengungkapkan sistem finansial harus berubah sehingga berorientasi pada penyediaan pelayanan berbagai aktivitas ekonomi. Di sisi lain, dia menekankan pentingnya negara-negara untuk saling bekerja sama untuk mencapai target pertumbuhan masing-masing.       

“Jangan lupakan betapa beratnya tahun 2014, saat pemulihan ekonomi dunia berlangsung amat lambat. Tahun ini pun masih akan penuh risiko, tapi kita harus memanfaatkan berbagai kesempatan yang ada,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi dunia imf
Editor : Setyardi Widodo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top