Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PANASONIC Bidik Penjualan Lampu di Indonesia Capai Rp1 Triliun Pada 2018

Panasonic Corporation menargetkan raihan penjualan lampu di Indonesia mampu menembus US$100 juta atau sekitar Rp1 triliun pada 2018, meningkat sekitar 4 kali lipat dibandingkan realisasi 2013 Rp240 miliar.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 18 Desember 2014  |  18:16 WIB
PANASONIC Bidik Penjualan Lampu di Indonesia Capai Rp1 Triliun Pada 2018
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Panasonic Corporation menargetkan raihan penjualan lampu di Indonesia mampu menembus US$100 juta atau sekitar Rp1 triliun pada 2018, meningkat sekitar 4 kali lipat dibandingkan realisasi 2013 Rp240 miliar.

Makoto Kitano, Director Lighting Business Division and Vice President, Eco Solutions Company, Panasonic Corporation mengaku sangat optimistis mampu merealisasikan target sebesar itu seiring meningkatnya konsumsi lampu LED di Indonesia.

"Kami akan melakukan ekspansi besar-besaran di Indonesia di bisnis ini untuk mencapai target penjualan US$100 juta pada tahun fiskal 2018 seiring meningkatnya permintaan pasar di Asia, termasuk Indonesia," ujarnya di Yogyakarta, di sela acara Panasonic LED Light for Prambanan, Rabu (17/12) malam.

Menurutnya Indonesia, seperti juga negara Asia lainnya sedang dalam masa peralihan yang diiringi industrialisasi dengan peningkatan konsumsi energi yang cukup pesat.

Pemerintah Indonesia juga telah memperkenalkan target penghematan energi kepada perusahaan maupun rumah tangga sebagai bagian dari kebijakan energi dan meningkatkan minat pada lampu LED yang diakui sebagai lampu hemat energi.

Kitano memaparkan saat ini Panasonic Corporation dalam perkembangan bisnis lampu di tingkat global telah menguasai pangsa pasar sebesar 5% pada 2011 dan telah menempati peringkat ketiga besar di dunia.

Pihaknya mengakui bahwa raihan penjualan di tahun fiskal 2013, kontribusi pasar terbesar memang masih berasal dari Jepang, yakni 80% dan 20% sisanya dari luar Jepang.

"Namun, pada kontribusi 20% dari luar Jepang itu, pasar Asia menyumbang sebesar 30%. Hal ini menunjukkan potensi yang bisa digarap di wilayah Asia masih cukup besar," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

panasonic
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top