Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Samad Kecewa, Setya Novanto Jadi Ketua DPR RI

Ketua KPK Abraham Samad kecewa dengan terpilihnya Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI. Pasalnya nama Setyo kerap muncul dalam beberapa kasus tindak pidana korupsi yang sedang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).nn
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 02 Oktober 2014  |  21:30 WIB
Samad Kecewa, Setya Novanto Jadi Ketua DPR RI
Ketua KPK Abraham Samad. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad mengaku kecewa dengan terpilihnya Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI. Pasalnya nama Setyo kerap muncul dalam beberapa kasus tindak pidana korupsi yang sedang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Jadi KPK juga kecewa dengan terpilihnya Ketua DPR baru," tutur Samad dalam pesan singkatnya, Kamis (2/10/2014).

Samad sangat berharap sosok anggota DPR RI yang baru adalah seseorang yang memiliki integritas dan bersih serta tidak terlibat dengan kasus korupsi apapun.

Sebenarnya KPK menginginkan Ketua DPR yang terpilih itu orang yang bersih dan tidak punya keterkaitan dengan kasus-kasus hukum, kata Samad.

Kendati demikian, Samad tetap menghargai proses pemilihan Ketua DPR RI baru periode 2014-2019 dan berharap dapat bekerja dengan baik. "Kita tetap menghargai proses yang sudah terjadi di DPR RI," tukasnya.

Seperti diketahui, nama Setya Novanto pernah muncul dalam rekaman pembicaraan terdakwa mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar‎. Setya disebut-sebut sebagai orang yang membiayai sengketa Pilkada Jawa Timur.

Kemudian dalam perkara Cessie Bank Bali, nama Setya juga terindikasi kuat terlibat langsung ‎dengan PT Era Giat Pratama yang merupakan pemenang penagihan piutang dari Bank Bali.

Dalam kasus yang telah merugikan negara Rpp546 Miliar tersebut, Setya Novanto diberi hadiah SP3 oleh pihak Kejaksaan pada tahun 2000, padahal sebelumnya telah
ditetapkan sebagai tersangka.

Selanjutnya dalam kasus dugaan suap revisi Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang penambahan biaya arena menembak PON Riau. Dalam kasus yang telah menjerat mantan Gubernur Riau Rusli Zainal tersebut, ruangan Setya Novanto di lantai 12, Nusantara I DPR RI pernah di geledah oleh tim penyidik KPK karena diduga kuat Setya terlibat dalam perkara tersebut.

Berikutnya dalam dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Nama Setya Novanto disebut-sebut oleh Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat. Nazar mengatakan bahwa Setya telah membagi-bagikan fee proyek e-KTP ke sejumlah anggota DPR RI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

abraham samad
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top