Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemilihan Anggota BPK: Rizal Enggan Komentari Status Eddy

Calon anggota BPK Rizal Djalil enggan mengomentari terkait status Eddy Mulyadi Soepardi, calon anggota BPK yang penetapannya masih menunggu fatwa Mahkamah Agung karena diragukan steril dari tanggung jawab sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) dalam 2 tahun terakhir
Kurniawan A. Wicaksono
Kurniawan A. Wicaksono - Bisnis.com 29 September 2014  |  00:55 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Calon anggota BPK Rizal Djalil enggan mengomentari terkait status Eddy Mulyadi Soepardi, calon anggota BPK yang penetapannya masih menunggu fatwa Mahkamah Agung karena diragukan steril dari tanggung jawab sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) dalam dua tahun terakhir.

Rizal mengatakan karena sama-sama pengantin, pihaknya merasa tidak berhak mengomentari proses tersebut dan menyerahkan sepenuhnya kepada DPR dan MA untuk menyelesaikannya.
 
Tapi saya ingin menyampaikan juga informasi yang saya terima insyaallah itu dalam beberapa hari ini selesai. Tidak ada istilah gantung menggantung, ujarnya ketika ditemui di kantornya, akhir pekan lalu.
 
Rizal juga berharap tidak terjadi kekosongan pemimpin di institusi BPK sehingga berharap lima calon dapat dilantik sekaligus. Dengan demikian, setelah berakhirnya masa jabatan pada 19 Oktober 2014, tugas BPK dapat jalan dengan lancar.
 
Seperti diketahui, Eddy dalam pemilihan anggota BPK oleh Komisi XI meraih suara 31 suara dalam voting kedua karena memperoleh suara yang sama dengan Nur Yasin dalam voting pertama sebanyak 23 suara.
 
Sementara itu, calon lain, yakni Moermahadi Soerja Djanegara memperoleh 32 suara, Harry Azhar Azis 31 suara, Rizal Djalil dan Achsanul Qosasi sebanyak 30 suara.
 
Dalam kesempatan yang sama, sebelum melakukan konferensi pers di hadapan awak media terkait peningkatan pemeriksaan tindak pidana korupsi yang ditemukan dalam setiap audit BPK akhir pekan lalu, Rizal ternyata bertemu dangan Harry Azhar Aziz. Pertemuan tersebut membuat konferensi pers molor lebih dari 1,5 jam.
 
"Kan temen saya itu. Pak harry itu temen saya di DPR dan sekarang menjadi mitra kerjanya pak Hendar [Sekjen BPK] soal anggaran. Ya biasa lah kita ngobrol-ngobrol biasa aja, akunya.
 
Ketika ditanya pembahasan apa yang dlakukan dengan Harry, Rizal mengaku membicarakan tugas-tugas di BPK. Macem-macem. Saya memberitahu beliau kira-kira tugas nanti BPK apa kalau di BPK kalau temen-temen wartawan minta ngomong baru kita ngomong. Kalau di DPR kan tiap malam bisa kan. Kira-kira gitu, lebih fokus tugas BPK.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, dari informasi dua anggota DPR yang meminta identitasnya dilindungi, Rizal masih menjadi calon ketua BPK terkuat yang diusung oleh dirinya sendiri, Harry Azhar Aziz, dan Agus Pramono

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anggota bpk pemilihan anggota bpk rizal djalil
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top