Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terduga Teroris: Densus 88 Sergap Pasangan Suami Istri

Pasangan suami istri (Pasutri) yang diduga teroris yaitu GN, 31, bersama istrinya CL disergap Tim Departemen Khusus 88 antiteror.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 September 2014  |  19:14 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, MATARAM - Wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (20/9/2014) menjadi lokasi penyergapan terduga teroris.

Pasangan suami istri (Pasutri) yang diduga teroris yaitu GN, 31, bersama istrinya CL disergap Tim Departemen Khusus 88 antiteror saat melintas di Dusun Pali, Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima.

Menurut data yang berhasil dihimpun, GN bersama istrinya CL disergap pada Sabtu (20/9), sepulangnya dari Rumah Sakit Muhammadiyah Kota Bima dan hendak menuju Desa Sai menggunakan sebuah kendaraan roda empat bernomor Polisi EA 650 SZ.

Sebelum ditangkap, sekitar pukul 16.30 Wita, seorang warga yang melihat kejadian tersebut mengatakan kendaraan GN dihadang puluhan aparat yang menggunakan dua unit mobil dan dua unit motor dilengkapi dengan senjata api.

Kemudian, GN bersama penumpang lainnya dipaksa turun dari kendaraannya tersebut untuk digeledah.

Tidak lama kemudian, GN yang berasal dari Kelurahan Sadia, Kota Bima, bersama istrinya CL langsung dibawa menggunakan mobil aparat untuk diamankan.

Informasi dari warga sekitar rumah terduga GN mengatakan bahwa rumahnya telah digeledah aparat dan ditemukan sejumlah barang bukti, namun hingga saat ini belum diketahui apa saja yang dibawa petugas.

Seiring penangkapan GN dan istrinya CL, Tim Densus 88 antiteror juga berhasil mengamankan dua terduga teroris lainnya di Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima yakni JW di Desa Kananta dan SH di Dusun Sarita, Desa Punti.

Sementara itu NR terduga teroris lainnya ditembak mati di Desa O'o, Kabupaten Dompu, dan jasadnya telah dibawa oleh Tim Densus 88 antiteror.

Dari penangkapan itu, Densus 88 dikabarkan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata api dan bendera ISIS.

Kelima warga langsung diangkut dengan dua mobil Avanza dan sebuah mobil Feroza ke Kota Mataram. Kemudian, diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara Internasional Lombok.

Terkait penangkapan sejumlah terduga teroris di Kabupaten Bima dan Dompu, Sabtu (20/9), pihak kepolisian belum bisa dihubungi.

Kepala Bagian Humas Kepolisian Daerah NTB AKBP Suryo Saputro, hingga saat ini belum mengetahui kabar penangkapan tersebut.

"Saya belum tahu, kami akan cek dahulu," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

densus 88

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top