Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintahan Jokowi-JK:Pelajar Indonesia di Australia Dorong Kasus HAM Diselesaikan

Persatuan Pelajar Indonesia (PPIA) cabang Flinders Universtiry dan Adelaide University mendorong pemerintahan baru Joko Widodo dan Jusuf Kalla menuntaskan penegakan hukum dalam kasus-kasus pelanggaran HAM.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 21 September 2014  |  17:49 WIB
Peringatan 10 tahun meninggalnya aktivis HAM Munir - Antara
Peringatan 10 tahun meninggalnya aktivis HAM Munir - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Persatuan Pelajar Indonesia (PPIA) cabang Flinders Universtiry dan Adelaide University mendorong pemerintahan baru Joko Widodo dan Jusuf Kalla menuntaskan penegakan hukum dalam kasus-kasus pelanggaran HAM.

Dorongan tersebut digelar dalam diskusi Munir: 10 Tahun Menolak Lupa, di Adelaide University, Australia Selatan.

Dalam rilis yang diterima Bisnis, Indonesianis Anton Lucas mengatakan pemerintahan baru akan sulit menyelesaikan serangkaian pelanggaran hak asasi manusia yang telah terjadi beberapa dasawarsa lalu.

Sementara itu, Usman Hamid, pegiat HAM dan salah satu Tim Pencari Fakta kasus Munir optimistis keduanya dapat menuntaskan penyelesaian persoalan HAM, walau sulit.

Mahasiswa program magister Department of Political and Social Change di The Australian National University ini mengakui jalan terjal pengungkapan kasus almarhum Munir, yang semasa hidupnya sangat berani mengkritik militer, intelejen, dan kepolisian.

Sebagai pengantar, dalam diskusi tersebut juga diputar Film His Story yang bertutur tentang drama advokasi hukum kasus Munir.

Kegiatan diskusi di Adelaide ini adalah rangkaian aksi dan peringatan 10 tahun meninggalnya Munir “Menolak Lupa” yang diinisiasi Persatuan Pelajar Indonesia Australia di negara bagian Canberra, Sydney, Melbourne, dan Brisbane. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ham
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top