Angkutan Umum Massal, Balikpapan Tunggu Panduan Kerja Sama Pengelolaan

Pemerintah Kota Balikpapan menunggu hasil penyusunan panduan kerja sama pengoperasian sarana angkatan umum massal yang sedang disusun oleh konsultan sebagai acuan dalam kerja sama dengan pihak ketiga.
Rachmad Subiyanto | 02 September 2014 14:30 WIB
Angkutan umum di Jakarta - Bisnis

Bisnis.com,  BALIKPAPAN--Pemerintah Kota Balikpapan menunggu hasil penyusunan panduan kerja sama pengoperasian sarana angkatan umum massal yang sedang disusun oleh konsultan sebagai acuan dalam kerja sama dengan pihak ketiga.


Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Suseno mengatakan dalam panduan tersebut akan disebutkan mengenai teknis pengelolaan dan teknis operasional sarana angkutan umum massal (SAUM). Panduan tersebut masih disusun oleh konsultan yang memiliki kecakapan di\ bidang tersebut.

"TOR [Term of References / petunjuk]-nya masih disusun. Kalau sudah selesai, kami akan segera lelang," ujarnya kepada wartawan, Selasa (2/9/2014).

Kendati demikian, telah ada dua perusahaan yang berminat untuk mengelola SAUM tersebut yakni konsorsium Organda Balikpapan dan PT Piranti Lintas Borneo. Namun, Pemkot Balikpapan masih belum memberikan jawaban karena lelang secara resmi belum dibuka.

SAUM merupakan angkutan umum yang menggunakan bus diproyeksikan dapat mengangkut penumpang dalam jumlah yang lebih besar. Sistem yang diadopsi mirip dengan Trans Jakarta hanya saja tak menggunakan lajur khusus yang membagi jalan yang sudah ada saat ini.

Rencananya, akan ada enam koridor trayek SAUM yang akan melintasi jalan-jalan utama yang ada di Kota Minyak. Sebagai ujicoba, SAUM dibuka yakni pada koridor yang meliputi Terminal Batu Ampar, Jl. Patimura, Jl. Soekarno Hatta, Jl. Kariangau hingga ke Pelabuhan Ferry Kariangau. Penumpang pun masih digratiskan dari biaya selama masa uji coba tersebut.

"Uji coba masih dilakukan dengan dua armada dua bus yang ada saat ini," katanya.

Mengenai penetapan tarif, Pemkot Balikpapan yang akan mengaturnya agar terjangkau oleh masyarakat. Penarifan ini dilakukan dengan pertimbangan agar masyarakat berminat mempergunakan moda transportasi massal guna menekan jumlah kendaraan yang beredar di jalan.

"Ini juga termasuk dalam pertimbangan lelang. Kalau operator bisa menawarkan opsi yang menarik kepada pemerintah dengan harga yang sudah ditetapkan, itu yang akan menang," tuturnya.

Rencana pengembangan SAUM ke depan diakuinya memang sudah ada dalam pemikiran. Hanya saja, hal ini memerlukan realisasi secara bertahap karena keterbatasan anggaran serta proses penataan angkutan umum yang sudah ada saat ini.


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
angkutan umum

Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top