Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonomi Denmark Terancam Dipangkas

Denmark merevisi naik proyeksinya terhadap investasi publik untuk menangkal perlambatan konsumsi domestik sekaligus menggenjot pemulihan di kawasan Skandinavia itu.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 26 Agustus 2014  |  22:26 WIB
Bagikan

BIsnis.com, KOPENHAGEN—Denmark merevisi naik proyeksinya terhadap investasi publik untuk menangkal perlambatan konsumsi domestik sekaligus menggenjot pemulihan di kawasan Skandinavia itu.

Kementerian Ekonomi Denmark memperkirakan produk domestik bruto (PDB) bakal terakselerasi 1,4% tahun ini dan 2% pada 2015, tidak berubah dari estimasi yang dipublikasikan Mei lalu.

Belanja domestik juga diproyeksikan tumbuh 1,3% tahun ini, turun dari perkiraan sebelumnya yaitu 1,7% sedangkan investasi publik melonjak lebih dari dua kali lipat estimasi sebelumnya menjadi 1,8%.

Menindaklanjuti lemahnya konsumsi domestik, sejumlah ekonom bahkan meyakini pemerintah bakal memangkas PDB. Hal itu tidak terlepas dari imbas larangan impor Rusia yang melukai eksporter di Denmark.

Pada saat yang sama, tingginya level utang di negara ini juga memperburuk prospek pemulihan konsumsi domestik. Padahal, sektor tersebut menyumbang hingga separuh dari total PDB Denmark.  

“Meskipun ada kesempatan bagi pemerintah untuk meraih target tersebut, tetapi risiko melambatnya ekonomi juga besar. Apalagi, prospek ekonomi Eropa juga lemah,” tekan Steen Bocian, Kepala Ekonom Danske Bank A/S in Kopenhagen, Selasa (26/8).  

Pertumbuhan Eropa, khususnya zona euro juga terhenti pada kuartal II/2014 menyusul melemahnya kinerja tiga negara dengan ekonomi terbesar di kawasan itu.

Tetangga Denmark yaitu Swedia juga bernasib sama, negeri itu terpaksa memangkas prospek pertumbuhannya pada tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

denmark

Sumber : Bloomberg

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top