Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IPW Desak Bareskrim Tangkap Ketua DPD Gerindra DKI

Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri segera menindaklanjuti laporan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), menyusul adanya ancaman penculikan yang akan dilakukan Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik terhadap Ketua KPU Husni Kamil Manik.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 11 Agustus 2014  |  09:42 WIB
Ketua Presidium IPW Neta S Pane -
Ketua Presidium IPW Neta S Pane -

Bisnis.com, JAKARTA--Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri segera menindaklanjuti laporan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), menyusul adanya ancaman penculikan yang akan dilakukan Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik terhadap Ketua KPU Husni Kamil Manik.

Menurut Ketua Presidium IPW Neta S Pane, ancaman penculikan yang dilakukan Ketua DPD Partai Gerindra DKI bukan hal yang sepele. Pasalnya, kasus penculikan merupakan sebuah tindakan kejahatan kriminal.

"Ancaman penculikan yang dilakukan Ketua Gerindra Jakarta terhadap Ketua KPU adalah sebuah kejahatan politik tingkat tinggi," tutur Neta dalam siaran pers di Jakarta, Senin (11/8/2014).

Neta menambahkan, ancaman penculikan tersebut juga akan membangkitkan trauma politik masyarakat Indonesia di masa lalu, mengingat sampai saat ini banyak aktivis politik Indonesia pada 1998 yang diculik dan belum diketahui keberadaannya.

"Kasus kejahatan penculikan yang bernuansa politik masih menjadi trauma tersendiri bagi bangsa Indonesia, mengingat masih banyak aktivis politik yang diculik pada 1998 hingga kini belum kembali dan masih hilang," kata Neta.

Selain itu, menurut Neta, ancaman penculikan yang dilakukan Muhammad Taufik juga akan membuat takut masyarakat yang akan menangani sengketa pemilu di MK serta akan mengacaukan proses pelantikan presiden terpilih nanti.

"Ancaman ini setidaknya akan membuat takut orang-orang yang memproses atau menangani proses pilpres 2014, yang pada akhirnya mengganggu dan mengacaukan proses pelantikan presiden terpilih," ujar Neta.

Oleh karena itu, Neta menegaskan agar pihak Bareskrim Polri segera menahan Muhammad Taufik dan memberikannya pasal berlapis. Pasalnya, menurut Neta, jika Ketua KPU benar-benar diculik, pihak Kepolisian yang harus bertanggung jawab.

"Tujuannya agar keamanan Ketua KPU terjaga, proses Pilpres 2014 dan pelantikan presiden terpilih tidak terganggu oleh manuver pengancam," tukasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipw
Editor :
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top