Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UTANG ARGENTINA: Kesepakatan Diharapkan Tercapai Pekan Depan

Deutsche Bank AG akan bergabung dengan JPMorgan Chase & Co, Citigroup Inc, dan HSBC Holdings Plc untuk mendiskusikan utang Argentina. Diharapkan, kesepakatan atas persoalan tersebut segera tercapai, agar Argentina dapat melanjutkan pembayaran obligasinya.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 07 Agustus 2014  |  22:05 WIB
  Sandard & Poor menetapkan nilai kegagalan Argentina pada obligasi asing sebesar US29 miliar.  -
Sandard & Poor menetapkan nilai kegagalan Argentina pada obligasi asing sebesar US29 miliar. -

Bisnis.comBUENOS AIRES – Deutsche Bank AG akan bergabung dengan JPMorgan Chase & Co, Citigroup Inc, dan HSBC Holdings Plc untuk mendiskusikan utang Argentina. Diharapkan, kesepakatan atas persoalan tersebut segera tercapai, agar Argentina dapat melanjutkan pembayaran obligasinya.

Deutsche Bank akan dilibatkan pada pengadilan di Amerika Serikat. Diharapkan, bank-bank tersebut dapat membeli setidaknya sebagian dari obligasi macet Pemerintah Argentina.

Sebelumnya, putusan pengadilan AS mewajibkan pembayaran pada kreditur sebesar US$1,5 miliar, atau harus mencapai kesepakatan sebelum tiba waktu pembayaran bunga pada obligasi yang terbit pada 2005 dan 2010.

Seperti diketahui, Argentina melewati tenggat waktu pembayaran utangnya pada 30 Juli lalu. Kondisi ini mendorong Sandard & Poor menetapkan nilai kegagalan Argentina pada obligasi asing sebesar US$29 miliar.

“Pasar optimistis terhadap bank-bank tersebut. Mereka akan segera mencapai kesepakatan,” kata ekonom SW Asset management LLC, Ray Zucaro di California, Kamis (7/8/2014).

Kesepakatan dengan bank-bank swasta ini dinilai sebagai salah satu cara untuk menyelesaikan persoalan kegagaStlan utang Argentina. Setelah membeli utang macet dari para kreditur, bank-bank tersebut mengharapkan keuntungan dari harga sekunder obligasi tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

argentina

Sumber : Bloomberg/Reuters

Editor : Setyardi Widodo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top