Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mahathir Mohamad Minta Pemerintah Malaysia Sensor Internet

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyerukan kepada pemerintah untuk menyensor internet.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 01 Agustus 2014  |  20:27 WIB
Jaringan Internet. Mahathir Mohamad minta pemerintah malaysia sensor Internet - Ilustrasi
Jaringan Internet. Mahathir Mohamad minta pemerintah malaysia sensor Internet - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyerukan kepada pemerintah untuk menyensor internet.

Dalam tulisan di blog pribadinya, chedet.cc, yang berjudul Cencoring the Internet, Mahathir menilai internet telah disalahgunakan sebagai ekspresi kebebasan.

“Saya tidak peduli bagaimana sucinya demokrasi itu, tapi kini telah tiba saatnya bagi pemerintah, setidaknya pemerintah Malaysia, untuk menyensor internet,” katanya dalam tulisan bertanggal 1 Agustus 2014 itu.

Mahathir mengatakan masih belum menyadari kekuatan internet ketika dia menjadi perdana menteri dan berjanji tidak akan melakukan sensor. Namun saat ini, lanjutnya, pikirannya telah berubah.

Salah satu yang membuat pikirannya berubah adalah pengalamanya buruknya belum lama ini.

Pada 24 Juli lalu, Mahathir menayangkan tulisan berjudul The Jews yang berisi kritikannya terhadap Israel dan Yahudi. Namun, link tulisan tersebut tidak bisa dibuka ketika diunggah ke laman Facebook.  

“Ketika saya meletakkan dalam blog saya sebuah artikel tentang Yahudi, tanpa penjelasan apapun, link menuju artikel saya dicegah oleh Facebook,” katanya.

Namun masalah belum selesai sampai di situ. Mahathir mengatakan server dan platform juga memblokir hosting situs blognya tersebut.

Dia kemudian mengganti server dan platform, namun masalah serupa kembali muncul. Total dia tiga kali melakukan pergantian platform dan server. Serangan virus dan spam juga berkali-kali menyerang blog Mahathir.

Menurut Mahathir, memblokir situs juga bagian dari penyensoran dan meragukan manfaat internet sebagai media alternatif.

 “Tidak ada kebebasan media alternatif. Pemerintah dan pemilik server dan platform dan pihak lainnya terbukti dapat menyensor media alternatif. Hal ini sebenarnya kurang bebas dibandingkan media elektronik dan cetak yang beroperasi di bawah lisensi pemerintah,” katanya.

Dia mengatakan sudah saatnya berhenti berbicara mengenai kebebasan pers terutama di dunia maya.

“Mari kita akui bahwa pers perlu disensor. Ini karena kebebasan, dalam bentuk apapun, akan selalu terbuka untuk disalahgunakan. Penyalahgunaan terburuk adalah dalam bidang moralitas,” tuturnya.

Mahathir mencontohkan dampak buruk pornografi terhadap anak-anak sehingga perkosaan merebak di mana-mana. Selain itu, lanjutnya, kaum gay, lesbian, dan transgender kini telah diakui sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia.

“Insest, seks anak-anak, seks dengan binatang, pesta seks, seks publik dan banyak praktik lainnya yang kita masih anggap salah akan segera dianggap sebagai bagian dari ekspresi kebebasan dan kesetaraan. Semua ini akan dipromosikan lewat internet,” kata Mahathir. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mahathir mohamad

Sumber : Chedet.cc

Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top