Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KINERJA MASKAPAI: MAS Butuh Dana 2 Miliar Ringgit

Pemerintah Malaysia diprediksi menyuntikkan modal keempat kalinya kepada Malaysia Airlines (MAS) menyusul dua tragedi kecelakaan yang menimpa MAS belakangan ini.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 25 Juli 2014  |  14:34 WIB
Pesawat Malaysia Airlines Boeing 737-800 tampak di landasan Kuala Lumpur International Airport di Sepang, 21 Mei 2014.  - reuters
Pesawat Malaysia Airlines Boeing 737-800 tampak di landasan Kuala Lumpur International Airport di Sepang, 21 Mei 2014. - reuters

Bisnis.com, SINGAPURA— Pemerintah Malaysia diprediksi menyuntikkan modal keempat kalinya kepada Malaysia Airlines (MAS) menyusul dua tragedi kecelakaan yang menimpa MAS belakangan ini.

Menurut analisis Hong Leong Investment Bank Bhd. dan RHB Capital Bhd., perusahaan induk Malaysian Airline System Bhd. yaitu Khazanah Nasional Bhd. membutuhkan setidaknya 2 miliar ringgit (US$629 juta) untuk menambah modalnya.

Sebelumnya, pemerintah telah mengucurkan dana talangan senilai hampir 5 miliar ringgit sejak Khazanah Nasional Bhd. mendapatkan suntikan modalnya pada November 2002. 

Obligasi MAS 5,62% senilai US$1 miliar yang jatuh tempo Maret 2016 merosot 1,96% sejak maret tahun ini, ketika penerbangan MH370 terjun bebas ke Samudra Hindia. Tidak hanya itu, acuan obligasi pemerintah tenor 3 tahun juga melonjak 7,28%.

“Untuk perusahaan penerbangan yang mengalami kesulitan akibat alasan tertenu, maka restrukturisasi merupakan kepentingan semua pemegang saham. Itu [dana talangan] adalah keuntungan tersendiri bagi Khazanah di tengah kondisi investasi dan ekonomi saat ini,” jelas Mark Hyde, analis Clifford Chance LLP di Hongkong, Jumat (25/7).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia airlines

Sumber : Bloomberg

Editor : M. Rochmad Purboyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top