Begini Cara Kota Batu Antisipasi Lonjakan Wisatawan Saat Lebaran

Meningkatnya jumlah pengguna jalan maupun kunjungan wisatawan ke Kota Batu, Jawa Timur, pada Lebaran mendatang, akan diantisipasi Pemkot Batu maupun pengelola obyek wisata melalui pengalihan jalur pada sejumlah titik rawan kemacetan maupun penjemputan terhadap wisatawan yang berkunjung.
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 21 Juli 2014  |  19:48 WIB
Begini Cara Kota Batu Antisipasi Lonjakan Wisatawan Saat Lebaran
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, BATU - Meningkatnya jumlah pengguna jalan maupun kunjungan wisatawan ke Kota Batu, Jawa Timur, pada Lebaran mendatang, akan diantisipasi Pemkot Batu maupun pengelola obyek wisata melalui pengalihan jalur pada sejumlah titik rawan kemacetan maupun penjemputan terhadap wisatawan yang berkunjung.

Operasional Manager Museum Angkut Kota Batu, Titik S. Ariyanto, mengatakan untuk mengurai kemacetan guna mencegah penumpukan kendaraan wisatawan di obyek wisata yang datang ke Jawa Timur (Jatim) Park Grup, pihaknya akan menyiapkan kendaraan penjemputan.

“Kami akan menurunkan kendaraan operasional termasuk kereta kelinci yang mampu mengangkut wisatawan dalam jumlah cukup besar guna menjemput mereka yang berlibur di tempat kami,” kata Titik, Senin (21/7/2014).

Titik penjemputan dilakukan di sepanjang jalur wisata Jatim Park Grup yang berada di Oro-Oro Ombo hingga Jalan Sultan Agung yang meliputi Batu Night Spectacular (BNS), Museum Satwa, Eco Green Park, Batu Secret Zoo, Jatim Park 1, dan Museum Angkut.

Dengan penjemputan tersebut maka wisatawan tidak harus memarkir kendaraannya di sepanjang jalur yang berada di kawasan obyek wisata tersebut. Apalagi Pemkot Batu telah memasang rambu lalu-lintas dilarang parkir di jalur setempat.

“Kami juga mendukung upaya pengalihan kendaraan melalui jalur alternatif. Hanya saja keberadaan jalur alternatif tersebut perlu didukung dengan rambu maupun papan penunjuk arah agar wisatawan tidak bingung,” jelas dia.

Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu-lintas Dinas Perhubungan Kota Batu, Choirul Anwar, mengatakan pengalihan jalur rawan kemacetan tersebut akan dilakukan mulai H-7 hingga dan H+7 Lebaran.

“Kami akan memberlakukan pengalihan jalur alternatif guna mengantisipasi kemacetan,” ujar Choirul.

Terkait titik yang rawan terjadi kemacetan tersebut akan dialihkan ke jalur alternatif yakni dari arah Surabaya menuju Batu lewat Jalan Wukir Kelurahan Temas yang menghubungkan Jalan Moh. Hatta (Pendem)-Jalan Diponegoro atau lewat Karangploso Kabupaten Malang hingga Sidomulyo Kota Batu.

Sedangkan dari arah Kota/Kabupaten Malang-Batu melewati pertigaan Krematorium (Kecamatan Junrejo) tembus BNS maupun lewat jalur lingkar barat (jalibar) dari arah Songgoriti Kota Batu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kota batu

Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top