Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MH17 DITEMBAK: Maskapai Australia dan Korea Sudah Alihkan Rute Sejak Ukraina-Rusia Memanas

Beberapa maskapai penerbangan, termasuk Qantas Airways milik Australia dan dua maskapai Korea, telah mengalihkan rute penerbangan melalui wilayah udara Ukraina sejak beberapa bulan lalu saat ketegangan antara Kiev dan pemberontak pro-Moskow meningkat.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Juli 2014  |  11:24 WIB
MH17 DITEMBAK: Maskapai Australia dan Korea Sudah Alihkan Rute Sejak Ukraina-Rusia Memanas
Puing Pesawat Malaysia MH/17

Bisnis.com, SYDNEY - Beberapa maskapai penerbangan, termasuk Qantas Airways milik Australia dan dua maskapai Korea, telah mengalihkan rute penerbangan melalui wilayah udara Ukraina sejak beberapa bulan lalu saat ketegangan antara Kiev dan pemberontak pro-Moskow meningkat.

Maskapai-maskapai penerbangan itu mengambil tindakan jaga-jaga ekstra meski tidak ada larangan untuk terbang melintasi area tersebut dan beberapa maskapai lain masih tetap mengambil rute itu.

"Meski pengalihan rute membuat waktu dan biaya penerbangan bertambah, kami telah melakukan pengalihan rute demi keselamatan, dan hingga situasi Ukraina mereda kami akan terus mengalihkan rute untuk penerbangan kargo dari Brussels," kata jurubicara Airasiana Airlines Inc, seperti dikutip Antara, Jumat (18/7/2014).

Sebuah pesawat Malaysia Airline System Bhd (MAS) jatuh di timur Ukraina pada Kamis, menewaskan 298 penumpang dan awak pesawat, yang menurut Amerika Serikat diduga akibat tembakan rudal darat-ke-udara.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan, diduga "pemberontak yang didukung Rusia" bertanggung jawab atas serangan itu.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mengatakan setelah insiden itu bahwa "berdasar informasi yang ada saat ini diduga ruang udara yang dilalui pesawat itu tidak termasuk subjek larangan terbang".

Meski demikian, Badan Penerbangan Federal AS (FAA) mengeluarkan perintah larangan bagi pesawat AS untuk terbang di wilayah udara Krimea, Ukraina dan wilayah-wilayah sekitarnya di Laut Hitam dan Laut Azov. Perintah FAA tersebut berlaku hingga 27 April 2015.

"Sangat jelas mereka tidak seharusnya berada di dekat situ," kata Geoff Dell, pakar keamanan dan penyelidikan kecelakaan pada CQUniversity di Australia mengenai penerbangan MH17.

"Ketika terjadi kerusuhan, perang sipil atau semacamnya, Anda ubah jalur penerbangan sehingga Anda tidak berada di dekat daerah itu," kata Dell yang bekerja sebagai manajer keamanan senior untuk Qantas selama Perang Teluk pertama.

"Tentu saja akibatnya pada biaya karena Anda harus terbang lebih jauh." Asiana mengatakan telah mengalihkan rute penerbangan kargo mingguan sekitar 150 km di bawah ruang udara Ukraina pada 3 Maret ditengah memburuknya situasi geopolitik terkait semenanjung Krimea.

Korea Airlines Co Ltd juga mengalihkan penerbangannya pada saat yang sama. Qantas mengatakan mengalihkan jalur penerbangan London-Dubai yang melintasi Ukraina sekitar 740 km ke selatan "beberapa bulan lalu".

Cathay Pacific Airways Ltd mengatakan menyesuaikan rute penerbangannya beberapa waktu lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia airlines

Sumber : Antara

Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top