Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antisipasi Longsor, KAI Daop 5 Purwokerto Awasi 4 Titik Tebing 24 Jam

Menghadapi arus mudik dan balik selama angkutan Lebaran 2014, PT KAI Daop 5 Purwokerto memberi perhatian khusus terhadap 4 titik tebing yang rawan longsor.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 14 Juli 2014  |  17:11 WIB
Antisipasi Longsor, KAI Daop 5 Purwokerto Awasi 4 Titik Tebing 24 Jam
Tanah longsor. KAI Daop 5 Purwokerto Awasi 4 Titik Tebing 24 Jam.

Bisnis.com, JAKARTA--Menghadapi arus mudik dan balik selama angkutan Lebaran 2014, PT KAI Daop 5 Purwokerto memberi perhatian khusus terhadap 4 titik tebing yang rawan longsor.

Sebanyak empat titik tebing rawan longsor tersebut masing- masing berada di km 304+2/5 antara Prupuk-Linggapura, Kabupaten Brebes, km 360+1/3 antara Notog- Kebasen, dan km 423+0/9 antara Tambak- Ijo, Kabupaten Banyumas serta di km 448+6/ 450+4 antara Soka- Kebumen, Kabupaten Kebumen.

Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono mengatakan untuk mencegah terjadinya kecelakaan terhadap perjalanan KA akibat bencana tebing longsor, ke-4 titik tebing yang rawan longsor tersebut akan dijaga oleh petugas selama 24 jam, siang dan malam.

"Penjagaan saat ini sudah mulai dilaksanakan 24 jam non stop, dibagi dalam 3 shift petugas jaga," tuturnya di Purwokerto, seperti siaran pers yang Bisnis terima, Senin (14/7/2014).

Menurutnya, jika sewaktu- waktu terjadi longsoran tebing, petugas penjaga akan segera melaporkan ke pusat kendali operasi KA di Purwokerto melalui alat komunikasi. Hal ini diperlukan agar bisa segera diambil langkah- langkah pengamanan terhadap perjalanan KA.

"Bila perlu mereka juga akan menghentikan KA yang lewat untuk menghindari kecelakaan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tanah longsor
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top