Proyek Dermaga Pesiar Tanah Ampo, Bali Kekurangan Dana

Pembangunan Dermaga Kapal Pesiar Tanah Ampo di Manggis, Kabupaten Karangasem dipastikan molor hingga 2015 karena kekurangan dana Rp250 Miliar.
Feri Kristianto | 02 Juli 2014 17:36 WIB

Bisnis.com, DENPASAR--Pembangunan Dermaga Kapal Pesiar Tanah Ampo di Manggis, Kabupaten Karangasem dipastikan molor hingga 2015 karena kekurangan dana Rp250 Miliar.

Kepala Dinas Perhubungan Infokom Bali Ketut Artika memastikan bahwa pemerintah pusat tidak akan menganggarkan kekurangan dana di APBN Perubahan 2014 karena kebijakan penghematan anggaran.

Dermaga Tanah Ampo yang dibangun menggunakan dana APBN itu baru terbangun sepanjang 150 meter, dari total kebutuhan 300 meter untuk dapat disinggahi kapal pesiar dengan panjang 275 meter.

"Sudah diajukan ke pusat untuk meminta dana penyelesaiannya, tetapi belum diakomodir sampai tahun depan," jelas Artika kepada Bisnis, Rabu (2/7/2014).

Dia menuturkan akibat pembangunan dermaga molor kapal pesiar belum dapat bersandar di Tanah Ampo.

Rencananya, lanjutnya, karena dermaga belum akan dibangun, maka terlebih dulu diakali dengan membangun ramdor agar sekoci dapat bersandar.

Artika menjelaskan dengan adanya ramdor maka kapal pesiar berkapasitas 3.000 orang dapat berlabuh di tengah laut dan penumpangnya tetap dapat turun ke Tanah Ampo menggunakan sekoci.

Artika berharap pemerintah pusat berkomitmen segera menyelesaikan pembangunan dermaga. Pasalnya, katanya, dermaga itu sudah direncanakan sejak 2009 dan ditargetkan rampung 2012.

Apalagi Pemprov Bali sudah mengucurkan dana mencapai Rp18 miliar untuk pembangunan terminal penumpang. Selain itu, kata Artika, Pemkab Karangasem juga sudah terlibat membebaskan lahan sekitar.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Bali Gusti Putu Widjera meminta Pemkab Karangasem memperjuangkan kekurangan dana ke pemerintah pusat.

Menurutnya, jika tidak diperpanjang menjadi 300 meter, maka tidak akan ada kapal pesiar yang bersandar tidak sebanyak harapan.

Widjera melanjutkan seharusnya Pemkab Karangasem berjuang lebih keras mendapatkan dana kekurangan pembangunan karena infrastruktur penunjang di darat sudah terbangun.

"Gedung embarkasi/debarkasi wisatawan sudah dibangun, akses jalan penerangan lampu jalan sudah lengkap. Justru yang belum rampung dermaga," kata mantan wakil bupati Karangasem ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, dermaga, tanah ampo

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top