Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Juni, Inflasi di Sumut Diperkirakan 0,4%-0,7%

-Menjelang puasa dan Lebaran, laju inflasi di Sumatra Utara diproyeksi meningkat pada kisaran 0,4%-0,7%. Adapun, kenaikan harga komoditas hortikultura diprediksi menjadi pemicu.
Febrany D. A. Putri
Febrany D. A. Putri - Bisnis.com 25 Juni 2014  |  20:12 WIB
Pergerakan inflasi. Juni diperkirakan 0,4%-0,7% di Sumut - JIBI
Pergerakan inflasi. Juni diperkirakan 0,4%-0,7% di Sumut - JIBI

Bisnis.com, MEDAN--Menjelang puasa dan Lebaran, laju inflasi di Sumatra Utara diproyeksi meningkat pada kisaran 0,4%-0,7%. Adapun, kenaikan harga komoditas hortikultura diprediksi menjadi pemicu.

Pengamat ekonomi IAIN Sumut Gunawan Benjamin mengatakan sepanjang Juni memang terlihat tekanan inflasi yang meningkat. Apalagi harga beberapa bahan pangan di pasar mulai merangkak naik.

Adapun, penyelenggaraan pasar murah yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan kota serta Pemprovsu belum memengaruhi harga bahan kebutuhan pokok di masyarakat.

"Penyelenggaraan pasar murah dilakukan pada akhir bulan ini, jadi tidak akan memengaruhi atau menurunkan harga. Tapi pasar murah dapat menjadi salah satu alternatif untuk menstabilkan harga dan meredam inflasi pada Juli 2014," ujar Gunawan, Rabu (25/6/2014).

Kendati begitu, Gunawan mengkhawatirkan pasar murah lebih banyak menjual bahan kebutuhan pokok yang tahan lama seperti beras dan gula. Sementara itu, potensi peningkatan harga komoditas hortikultura terbuka lebar.

Dia mencontohkan, pada bulan lalu, dua komoditas hortikultura menjadi pemicu utama peningkatan inflasi di Sumut yakni wortel dan tomat. Inflasi Mei 2014 tercatat 0,43% dibandingkan dengan April 2014 0,23%.

"Harga wortel bulan lalu meningkat hingga 80,03%, dan tomat 60,44%. Selain itu, harga beberapa komoditas lain yang cukup strategis yakni cabai merah dan bawang merah ikut naik. Ini yang perlu diwaspadai," pungkas Gunawan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inflasi sumut
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top