Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

APBD DKI: Anggota Dewan Pesimistis Lelang Program Bisa Tuntas

Hingga 23 Juni 2014, dari 5.114 kegiatan yang masuk Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa baru 68 paket yang selesai dilaksanakan lelang.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 23 Juni 2014  |  23:50 WIB
Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama  - bisnis.com
Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Komisi D Bidang Pembangunan DPRD DKI Muhammad Sanusi pesimis seluruh program kegiatan dapat selesai dilelang hingga akhir tahun ini. Pasalnya, hingga 23 Juni 2014, dari 5.114 kegiatan yang masuk Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa baru 68 paket yang selesai dilaksanakan lelang.

Sebanyak 632 paket kegiatan masih dalam proses lelang, sedangkan sisanya 4.414 kegiatan masih dalam tahap kelengkapan dokumen. "Saya ragu seluruh program tersebut dapat selesai lelang oleh ULP hingga akhir tahun ini," ujarnya di Jakarta, Jumat (23/6/2014).

Dia menilai ULP DKI yang baru dibentuk tersebut belum bekerja secara maksimal untuk memproses 5.114 paket kegiatan lelang yang telah dianggarkan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI 2014.

Sanusi juga mengungkapkan ketidakyakinannya terhadap target penyerapan APBD DKI dapat mencapai 97% hingga tanggal 15 Desember 2014. Sebab, hingga 23 Juni 2014, penyerapan APBD baru mencapai 20% atau Rp14,4 triliun dari total anggaran senilai Rp72 triliun.

“ULP DKI itu bermasalah. Masa, dari ribuan program pembangunan, yang baru selesai dan yang proses lelang mencapai sekitar 600 program. Ini sudah mau memasuki Semester II lho, gimana target serapan anggarannya," kata Sanusi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbd dki
Editor : Fatkhul-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top