Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SENGKETA TANJUNG DATUK: Pemprov Kalimantan Minta Tapal Batas Diselesaikan

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Barat, M. Zeet Hamdy Assovie tidak ingin pembangunan mercusuar milik Malaysia di Tanjung Datuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat terulang lagi.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 29 Mei 2014  |  14:54 WIB
SENGKETA TANJUNG DATUK: Pemprov Kalimantan Minta Tapal Batas Diselesaikan
Ilustrasi - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, PONTIANAK - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat M. Zeet Hamdy Assovie tidak ingin pembangunan mercusuar milik Malaysia di Tanjung Datuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat terulang kembali.

Dia mengatakan selama ini pemerintah pusat dinilai lalai memperhatikan persoalan tapal batas wilayah antara Indonesia dengan negeri jiran tersebut.

“Wilayah perbatasan di sini rentan sekali. Kami perlu pemimpin negara yang memperhatikan tapal batas negara. Masa setelah 69 tahun merdeka UU batas negara belum ada,” kata M. Zeet Hamdy Assovie, kepada Bisnis.com, di Pontianak, Rabu (28/05/2014).

Menurutnya, persoalan tapal batas yang tak kunjung selesai sampai saat ini, karena pemerintah pusat belum menjadikan potensi perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia sebagai prioritas utama negara.

Sebelumnya hangat diberitakan di media massa, wilayah Tanjung Datuk menjadi isu aktual sekarang ini setelah pemerintah Malaysia membangun mercusuar setinggi 10 meter di wilayah perairan Indonesia tersebut.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tanjung datuk
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top