MUSIM LIBUR: Objek Wisata Batu & Malang Tambah Fasilitas

Pengelola obyek wisata di Kabupaten Malang dan Kota Batu siap, Jawa Timur, menyambut musim libur sekolah dengan menambah fasilitas menyusul tingginya tingkat kunjungan.
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 28 Mei 2014  |  15:31 WIB

Bisnis.com, MALANG - Pengelola obyek wisata di Kabupaten Malang dan Kota Batu siap, Jawa Timur, menyambut musim libur sekolah dengan menambah fasilitas menyusul tingginya tingkat kunjungan.

Hariadi, Manajer Taman Rekreasi Sengkaling (TRS) Dau Kabupaten Malang, mengatakan saat ini pihaknya tengah menambah fasilitas food court dan sejumlah wahana permainan yang berada di halaman parkir sebelah selatan dan barat.

“Sedikitnya akan menampung 100 tenant. Dan food court tersebut akan buka mulai pukul 17.00-23.00,” kata Hariadi di Malang, Rabu (28/5/2014).

Menurutnya pada libur panjang sekolah mendatang, TRS tetap menjadi tujuan favorit wisatawan. Pihaknya tidak kuatir kendati obyek wisata baru banyak berdiri di Kota Batu.

Hal itu terlihat pada akhir pekan atau hari libur Isra Mi`raj maupun Kenaikan Isa Almasih, jumlah pengunjung yang mencapai ribuan orang akan meningkat tajam pada libur sekolah mendatang.

“Kami optimistis pengunjung bisa menembus 100.000 orang selama hari libur sekolah,” jelas dia.

Sebagian besar pengunjung yang dating juga berasal dari rombongan anak sekolah yang berasal dari sejumlah kota besar seperti Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Jakarta, bahkan hingga Solo dan Yogyakarta.
 
Sementara itu pengelola desa wisata di Kecamatan Bumiaji Kota Batu juga optimistis pada libur sekolah mendatang jumlah pengunjungnya akan naik dua kali lipat dibanding libur biasa.
 
Hono, pengelola wisata petik apel di Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu, mengatakan saat ini wisata petik apel telah menjadi salah satu obyek wisata favorit bagi wisatawan domestik maupun asing.
 
“Wisata petik apel yang kami kelola merupakan usaha milik kelompok petani yang berbasis ekonomi kerakyatan. Di Tulungrejo sedikitnya terdapat 10 kelompok petani petik apel,” ujarnya.
 
Kelebihan wisata petik apel  tersebut selain bisa memetik langsung buah apel, pengunjung bisa menikmati pemandangan alam yang indah. Karena perkebunan apel dikelilingi oleh pegunungan yang memiliki panorama asri.
 
Pengunjung yang datang jika libur akhir pekan rata-rata mencapai 10 bus. Jika libur sekolah mendatang pengunjung yang datang diprediksi mencapai 20-30 bus setiap harinya. Hanya dengan tiket Rp20.000 per orang pengunjung bisa memetik apel sepuasnya plus mendapat welcome drink.
 
“Jika ingin membawa pulang apel pengunjung cukup membayar Rp10.000 per kg,” tambah dia.
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kota batu

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top