Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DEMAM BERDARAH: Balikpapan Siapkan 1 Ton Bubuk Abate

Pemerintah Kota Balikpapan melakukan pengadaan 1 ton bubuk abate guna mengantisipasi berkembangnya jentik nyamuk yang menjadi media penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Rachmad Subiyanto
Rachmad Subiyanto - Bisnis.com 07 Mei 2014  |  13:45 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BALIKPAPAN -- Menghadapi kemungkinan serangan nyamuk pembawa demam berdarah dengue, Balikpapan bersiap-siap dengan menyediakan bubuk abate dalam jumlah besar.

Pemerintah Kota Balikpapan melakukan pengadaan 1 ton bubuk abate guna mengantisipasi berkembangnya jentik nyamuk yang menjadi media penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Dyah Muryani mengatakan pengadaan bubuk abate tersebut sudah dilakukan dan tinggal menunggu penentuan pemenang lelang pengadaan. Menurutnya, pengadaan tersebut cukup untuk mendukung pemenuhan kebutuhan abate selama satu tahun.

“Kemarin masih ada sisa bubuk abate dari Puskesmas sehingga pengadaan tahun ini hanya satu ton saja. Adapun kebutuhan per tahunnya mencapai tiga ton,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (7/5/2014).

Penaburan bubuk abate dilakukan pada tempat penampungan air seperti kamar mandi dan tempayan. Namun, pengurasan juga harus dilakukan secara rutin agar tidak ada kesempatan bagi jentik nyamuk berkembang biak menjadi nyamuk dewasa.

Terjadi peningkatan jumlah kejadian kasus demam berdarah dengue (DBD) di Balikpapan meningkat 28,7% hanya dalam kurun waktu kurang dari satu bulan dari 636 kasus pada pertengahan April sudah menjadi 819 kasus pada awal Mei.

Karena itu, Dyah mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar rumah tinggal. Genangan ataupun penampungan air harus ditutup dan rutin dibersihkan agar tidak menjadi sarang nyamuk.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demam berdarah
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top