Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OECD : Pertumbuhan Ekonomi Dunia Belum Capai Titik Fundamental

Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) memangkas pertumbuhan ekonomi dunia menyusul penguatan ekonomi belum mencapai titik fundamental.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 06 Mei 2014  |  20:01 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) memangkas pertumbuhan ekonomi dunia menyusul penguatan ekonomi belum mencapai titik fundamental.

Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurría mengungkapkan penguatan ekonomi dunia masih dibayangi oleh tingginya angka pengangguran dan perlambatan ekonomi di emerging markets.

OECD memperkirakan ekonomi dunia menguat hingga 3,4% pada tahun ini dan kembali terkerek naik pada 2015 yaitu 3,9%. Tetapi, proyeksi pertumbuhan ekonomi OECD tersebut lebih rendah daripada prediksi November lalu yang menyebutkan ekonomi dunia bakal terangkat 3,6%.

Gurria berpendapat negara-negara di dunia masih harus berupaya lebih keras dalam memacu pertumbuhan, terutama memperkecil kesenjangan ekonomi dan memperbanyak penciptaan lapangan pekerjaan.

“Upaya reformasi terus-menerus harus dilakukan karena kondisi ekonomi saat ini belum mencapai tahap pra-krisis lalu,” ucapnya di Paris, Selasa (6/5/2014).

Angka pengangguran di kawasan OECD memang telah menunjukkan pengurangan signifikan dari level tertinggi, tetapi tetap saja angkanya masih terhitung tinggi. Wilayah yang terdiri dari 34 negara ini memprediksi jumlah pengangguran masih mencapai lebih dari 44 juta jiwa pada akhir 2015 atau lebih banyak 11,5 juta jiwa dari masa sebelum krisis.  

Selain itu, OECD mencatat produk domestik bruto (PDB) di kawasan OECD akan tumbuh 2,2% pada tahun ini dan 2,8% pada 2015 sedangkan zona euro tumbuh 1,2% pada 2014 dan 1,7% tahun depan.

Sementara itu, di antara negara-negara maju, tambah OECD, pemulihan ekonomi terbaik disabet oleh Amerika Serikat yang diprediksi tumbuh 2,6% pada 2014 dan 3,5% tahun mendatang. “Pemulihan ekonomi akan terus meluas di Amerika Serikat seiring dengan berakhirnya tapering sehingga kenaikan suku bunga acuan akan terjadi pada tahun mendatang,” tambah OECD.

Kontras dengan Amerika Serikat, Jepang dan China diperkirakan mengalami ekspansi terbatas pada tahun ini yaitu 1,2% dan 7,4%.

Area lainnya, BRICS (Brazil, China, India, Rusia, dan Afrika Selatan) bakal menguat hingga 5,3% tahun ini dan 5,7% pada 2015.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

oecd
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top