Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Status Gunung Slamet Siaga, Pintu Pendakian Ditutup

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan dua status Gunung api di Jawa Tengah, yakni Gunung Slamet dan Gunung Merapi pada Rabu (30/4/2014).
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 02 Mei 2014  |  00:05 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan dua status Gunung api di Jawa Tengah, yakni Gunung Slamet dan Gunung Merapi pada Rabu (30/4/2014).

Status Gunung Slamet dinaikkan statusnya menjadi siaga dari sebelumnya waspada, sedangkan Gunung Merapi dinaikkan dari normal menjadi waspada. Peningkatan status kedua gunung berapi tersebut dilakukan setelah memperhatikan adanya peningkatan aktifitas vulkanik kedua gunung tersebut dalam beberapa hari terakhir.

“Berdasarkan hasil evaluasi data pemantauan G. Merapi secara instrumental dan visual, disimpulkan bahwa aktivitas G. Merapi menunjukkan peningkatan. Dengan meningkatnya aktivitas tersebut, maka terhitung mulai tanggal 29 April 2014 pukul 23.50 WIB, status aktivitas G. Merapi dinaikkan dari tingkat “NORMAL” menjadi “WASPADA”. Selanjutnya, status kegiatan G. Slamet juga ditingkatkan dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III) terhitung sejak tanggal 30 April 2014 pukul 10:00 WIB,” tulis situs resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada Kamis (1/5/2014).

Berdasarkan pantauan Bisnis, dari situs Badan Geologi Kementerian ESDM, pvmbg.bgl.esdm.go.id, hasil pemantauan pada Gunung Merapi 20 - 29 April 2014, tercatat gempa guguran sebanyak 37 kali, MP 13 kali, hembusan 4 kali, tektonik 24 kali, dan gempa LF 29 kali.

Peningkatan signifikan terjadi pada jenis gempa LF sebagai indikasi meningkatnya fluida gas vulkanik yang berpotensi menimbulkan letusan. Dengan peningkatan status aktivitas G. Merapi tersebut direkomendasikan agar kegiatan pendakian G. Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

Untuk itu, PVMBG akan terus melakukan pemantauan secara secara kontinyu dengan menggunakan metoda visual, seismik, deformasi, dan geokimia. Nantinya, bila terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.

Sementara itu, untuk gunungapi Slamet, hasil pemantauan selama periode 29 Maret 2014 hingga 29 April 2014 gempa vulkanik yang terekam adalah Gempa Letusan, Gempa Hembusan, Gempa Vulkanik Dalam (VA), Gempa Vulkanik Dangkal (VB), Gempa Tektonik Lokal, Gempa Tektonik Jauh dan Tremor Harmonik.

PVMBG memperkirakan erupsi masih berpotensi terjadi, dalam radius 4 km dari pusat erupsi dan menghasilkan material berukuran abu sampai lapili (berukuran 1-4 cm), lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat.

Namun, khusus untuk material erupsi abu vulkanik dapat mencapai jarak 10 km atau lebih (bergantung angin) dari pusat erupsi sehingga PVMBG merekomendasikan agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah yang ada di puncak G. Slamet dalam radius 4 km dari kawah aktif.

Semantara bagi masyarakat yang berada dalam Kawasan Rawan Bencana II (KRB II) untuk selalu waspada dan memperhatikan perkembangan G. Slamet yang dikeluarkan oleh BPBD setempat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung merapi
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top