Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

MERAPI WASPADA MELETUS: Suara Dentuman Makin Sering Terdengar

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta merilis hasil pemantauan terakhir terhadap aktivitas Gunung Merapi.
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 01 Mei 2014  |  16:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta merilis hasil pemantauan terakhir terhadap aktivitas Gunung Merapi.

Menurut Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Subandriyo, Gunung Merapi masih sering mengeluarkan suara dentuman akibat pelepasan gas.

Secara visual dentuman itu masih sering terjadi, paparnya, pada Kamis (1/5/2014) tercatat 24 kali dentuman. Sedangkan sehari sebelumnya hanya 18 kali. "Artinya frekuensinya masih meningkat," katanya

Dia menjelaskan barang kali di dalam tubuh Merapi tekanan gasnya masih tinggi, itulah yang menyebabkan suara-suara dentuman sampai saat ini masih terjadi.

 
"Sampai saat ini masih sering terjadi dentuman. Terjadinya letusan minor atau hembusan pascaerupsi 2010 yang berperan penting adalah faktor tingginya pelepasan gas," ujarnya.

 

Menurutnya, dentuman itu berkaitan dengan proses turbulensi gas di dalam pipa kepundan Merapi yang sangat dalam, lebih dari tiga kilometer. Dalam tekanan tinggi terjadi turbulensi dan ada benturan material padat di dalamnya.

"Jadi reruntuhan dinding di kanan kiri gas berproses sehingga menimbulkan suara dentuman yang terus-menerus sampai sekarang," katanya.

Dia menjelaskan kalau melihat sejarah Merapi yang tercatat saat ini, memang berbeda karakteristik pascaerupsi 2010 dengan 2006.

"Sebelum 2006, pascaerupsi proses yang terjadi biasanya hanya guguran lava pijar, kadang-kadang ada awan panas kecil, tetapi pascaerupsi 2010 yang keluar letusan-letusan minor atau hembusan," jelasnya. (ant/yus)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

merapi meletus

Sumber : Newswire

Editor : Yusran Yunus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top