Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARI AIR SEDUNIA, Mendikbud: Cara Berhemat Air Itu Sederhana

Kebutuhan penduduk terhadap kebutuhan dasar makanan, energi, dan air semakin hari semakin meningkat. Apalagi mengingat jumlah penduduk Indonesia kian bertambah besar dengan kebutuhan air saat ini sekitar 7,2 miliar liter, dan diperkirakan terus meningkat hingga tahun 2050 berjumlah 9 miliar liter lebih.
Muhammad Khamdi
Muhammad Khamdi - Bisnis.com 29 April 2014  |  07:32 WIB
Cara untuk berhemat sederhana, misalkan diberi air satu gelas maka harus diminum sampai habis air tersebut.  - bisnis.com
Cara untuk berhemat sederhana, misalkan diberi air satu gelas maka harus diminum sampai habis air tersebut. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kebutuhan penduduk terhadap kebutuhan dasar makanan, energi, dan air semakin hari semakin meningkat. Apalagi mengingat jumlah penduduk Indonesia kian bertambah besar dengan kebutuhan air saat ini sekitar 7,2 miliar liter, dan diperkirakan terus meningkat hingga tahun 2050 berjumlah 9 miliar liter lebih.

Dengan kesadaran akan kebutuhan tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengajak masyarakat untuk melakukan konservasi sumber daya.

”Dihemat mulai dari sumbernya, sampai diatur cara penggunaannya, dirawat dan dijaga. Kalau tidak ada air bisa berbahaya. Ini menjadi tantangan besar dan menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan sekedar komunitas Indonesia, tetapi juga komunitas dunia,” ungkap Nuh dalam laman Kemendikbud, Senin (28/4/2014).

Mendikbud menjelaskan cara untuk berhemat sederhana, misalkan diberi air satu gelas maka harus diminum sampai habis air tersebut. Karena kalau menyisahkan sekitar 10 cc dikalikan sekian juta ketemu sekian ribu liter yang dibuang. ”Oleh karena itu biasakan kalau diberikan minuman dihabiskan, karena itu salah satu bagian dari memanfaatkan air dengan baik” tutur Mendikbud.

Pada kesempatan yang sama, Pendiri Indonesian Water Institute, Firdaus Ali, mengatakan tahun ini untuk pertama kali, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki inisiatif menyelenggarakan Hari Air dan Hari Bumi.

”Hal yang paling mendasar bahwa jumlah komunitas kita yang akan kita ajak untuk peduli tentang masalah air dan bumi sangat besar sekali, khususnya para kaum muda, dan mereka pemilik masa depan yang akan kita tinggalkan ke mereka,” kata Firdaus.

Firdaus menjelaskan pada acara fun walk dimaksudkan juga untuk mengajak para generasi muda, bahwa kita tinggal di planet yang sama, dengan air yang terbatas, dan kita memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk menjaga air. ”Mudah-mudahan ini menjadi semangat kita bersama,” ujar Firdaus.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, Iskandar Zulkarnain, turut menjelaskan bahwa permasalahan air saat ini sudah sangat krusial. Kalau dilihat antara ketersediaan air, dan kebutuhan air di masyarakat dunia saat ini sudah tidak seimbang.

Di Asia Pasifik sudah kurang dari 50% ketersediaan air. ”Kita tidak boleh memboroskan air, karena pertumbuhan penduduk dan beban yang dihadapi oleh bumi akan semakin besar. Saya sangat gembira ada acara fun walk ini, karena adik-adik kita ini merupakan generasi yang harus memiliki kesadaran yang tinggi untuk mengelola air. Tanpa air tidak ada kehidupan di dunia ini,” papar Iskandar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hari air se dunia
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top