Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonomi China: Perlambatan Masih Akan Berlanjut

Kendati diprediksi kembali menguat, aktivitas manufaktur China (Purchasing Managers Index/PMI) masih akan melambat menyusul lesunya sektor properti dan efek keberlanjutan reformasi struktural pemerintah.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 29 April 2014  |  19:20 WIB
Ilustrasi-Bank Sentral China - Reuters
Ilustrasi-Bank Sentral China - Reuters

Bisnis.com, BEIJING -- Kendati diprediksi kembali menguat, aktivitas manufaktur China (Purchasing Manager’s Index/PMI) masih akan melambat menyusul lesunya sektor properti dan efek dari keberlanjutan reformasi struktural pemerintah.

Survei Reuters dari 12 ekonom menyebutkan PMI China bakal naik tipis menjadi 50,5 pada April tahun ini dari Maret 2014 yaitu 50,3. Angka tersebut menyamai PMI Januari tahun ini dan masih melaju positif karena angka di atas 50 menunjukkan ekspansi.

“Pemerintah sedang mencoba untuk menyeimbangkan pertumbuhan dengan menargetkan pelonggaran. Tetapi saya rasa itu tidak cukup sehingga perlambatan lebih jauh itu memungkinkan,” kata Minggao Shen, ekonom Citigroup di Hongkong, Selasa (29/4/2014).

Indeks awal PMI yang dirilis HSBC dan Markit Economics menunjukkan aktifitas manufaktur naik tipis pada April 2014, tetapi masih terjungkal selama 4 bulan berturut-turut.

Sejumlah analis menyakini lesunya pasar properti dapat mengancam rencana pemerintah China menggenjot pertumbuhan dan mengelak asumsi pasar bahwa ekonomi China tengah melambat.

Untuk meredam perlambatan, pemerintah bahkan mempercepat proyek infrastruktur antara lain rel kereta api, rumah murah, dan pemangkasan pajak untuk perusahaan skala kecil. Pada kesempatan yang sama, bank sentral China juga memangkas persyaratan rasio cadangan untuk bank di pedesaan.

Tidak hanya itu, otoritas China berupaya melakukan reformasi struktural berbasis pasar yang diharapkan mampu menghadapi distorsi struktural dan menciptakan pertumbuhan berkelanjutan.

Poling Reuters terakhir menyebutkan ekonomi China akan melambat menjadi 7,3% pada kuartal II/2014 dari 7,4% pada kuartal sebelumnya. Ekonomi China diproyeksikan tumbuh 7,3% pada tahun ini, laju terlemah selama 24 tahun dan turun dari 7,7% tahun lalu.

Lebih lanjut, upaya pemerintah China untuk mengatasi kelebihan kapasitas pabrik dan polusi telah mencederai output serta aksi protes antikorupsi memukul konsumsi. Bahkan, ketika China mulai membuka perusahaan milik negara ke sektor swasta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi china

Sumber : Reuters

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top