Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AS Jual Helikopter Setengah Harga ke Mesir

Amerika Serikat melanjutkan pengiriman helikopter penyerang Apache ke Mesir dan menjualnya setengah harga dari US$1,3 miliar per tahun, hal ini terkait pemberian bantuan militer yang sempat dihentikan tahun lalu.
Annisa Lestari Ciptaningtyas
Annisa Lestari Ciptaningtyas - Bisnis.com 24 April 2014  |  12:04 WIB
Helikopter perang mendarang. AS jual pesawat jenis ini setengah harga ke Mesir - Reuters
Helikopter perang mendarang. AS jual pesawat jenis ini setengah harga ke Mesir - Reuters

Bisnis.com, KAIRO--Amerika Serikat melanjutkan pengiriman helikopter penyerang Apache ke Mesir dan menjualnya setengah harga dari US$1,3 miliar per tahun, hal ini terkait pemberian bantuan militer yang sempat dihentikan tahun lalu.

President Barack Obama memutuskan untuk menyediakan 10 helikopter untuk membantu melawan terorisme di Selat Sinai. Menteri Pertahanan AS Chuch Hagel mengatakan kepada rekan di Mesir melalui telepon tanggal 22/4, menurut Laksamana John Kirby, juru bicara Pentagon seperti dilansir Bloomberg (24/4/2014).

 Bantuan tersebut dihentikan setelah militer memimpin penggulingan presiden Mesir yang terpilih secara demokratis, Mohamed Mursi pada Juli lalu. Menteri Luar Negeri John Kerry mengatakan kepada anggota parlemen AS bahwa Mesir mematuhi perjanjian damai dengan Israel dan memerangi terorisme.

"Dia menyatakan dalam Kongres bahwa Mesir  mempertahankan hubungan strategis dengan Amerika Serikat," Jen Psaki, juru bicara Departemen Luar Negeri, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Dia mendesak Mesir untuk menindaklanjuti komitmennya untuk transisi ke demokrasi - termasuk dengan melakukan pemilihan umum yang bebas, adil, dan transparan”.

Kerry bertemu dengan Kepala Intelejen Mesir, Mohamed Farid El-Tohamy kemarin (23/4/2014), dan dijadwalkan bertemu pada 29 April dengan Menteri Luar Negeri Mesir Nabil Fahmy. Pengumuman pada helikopter datang sebulan sebelum Negara terpadat penduduknya di jazirah arab tersebut melakukan pemilihan presiden. (Bloomberg)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

helikopter
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top