Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inflasi Diperkirakan Naik, Yen Menguat

Yen menguat terhadap dollar di tengah spekulasi inflasi Jepang akan terakselerasi dengan laju tercepat selama lebih dari 2 dekade. Akibatnya, peluang pengucuran stimulus oleh pemerintah semakin kecil.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 24 April 2014  |  19:33 WIB

Bisnis.com, TOKYO—Yen menguat terhadap dollar di tengah spekulasi inflasi Jepang akan terakselerasi dengan laju tercepat selama lebih dari 2 dekade. Akibatnya, peluang pengucuran stimulus oleh pemerintah semakin kecil.

Pemerintah Jepang tengah berjuang untuk menggenjot inflasi untuk mengakhiri deflasi yang melanda Negeri Matahari Terbit itu sepanjang 15 tahun terakhir. Apalagi, langkah pemerintah tersebut terancam terhalang oleh kenaikan pajak penjualan yang dikhawatirkan bakal memperlambat ekonomi.

“Baik Bank of Japan [BOJ] dan pasar tengah menunggu data inflasi Tokyo, data pertama setelah kenaikan pajak penjualan,” kata Yujiro Goto, analis mata uang Nomura International Plc di London, Kamis (24/4).

Jika data inflasi Tokyo terbukti mengalami kenaikan, maka itu akan memacu BOJ untuk  merevisi proyeksi inflasi sehingga BOJ akan kembali menahan pengucuran stimulus tambahan. Tidak hanya itu, Goto mengemukakan penguatan inflasi akan mengerek naik nilai yen.

Mata uang Jepang tersebut tercatat menguat 0,2% menjadi 102,37 per dollar pada pukul 7.05 a.m di London dari Rabu (23/4), kenaikan terbesar sejak 10 April 2014.

Konsensus ekonom Bloomberg menyebutkan harga di Tokyo, tidak termasuk makanan segar, akan meningkat 2,8% pada April tahun ini dari periode yang sama tahun lalu, laju tercepat sejak 1992.

Rencananya, bank sentral Jepang juga akan merilis proyeksi terakhir terkait inflasi dan pertumbuhan ekonomi pada 30 April 2014. Mayoritas ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan BOJ bakal memutuskan untuk mengguyur stimulus pada Juli tahun ini.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi jepang

Sumber : Bloomberg

Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top