Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

THE FED: Kenaikan Upah Buruh Lambat & Tekanan Inflasi Naik

Gubernur Bank sentral AS Janet Yellen menilai perlambatan peningkatan upah buruh sebagai isyarat tekanan inflasi meski hingga kini tekanan itu belum terasa.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 17 April 2014  |  17:05 WIB
/Reuters
/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Bank sentral AS Janet Yellen menilai perlambatan peningkatan upah buruh sebagai isyarat tekanan inflasi meski hingga kini tekanan itu belum terasa.

"Peningkatan upah buruh terus bergerak dalam tempo sangat lambat dalam sejarah upaya pemulihan dengan sedikit isyarat akselerasi merata,” ujarnya dalam pidato mengenai kebijakan moneter pertama kemarin.

Yellen menyatakan hal itu sebagai jawaban atas pertanyaan ekonom dari Harvard University, Martin Feldstein. Ekonomi itu mempertanyakan pernyataan Yellen yang memperkirakan mereka yang keluar dari pekerjaan sejak lama akan kembali bekerja karena peluang kerja mulai cerah. Kondisi itu akan membuat upah dan inflasi sebagai perhatian utama.

“Mereka yang menganggur sejak lama cenderung kembali lebih aktif bekerja dan masuk bursa tenaga kerja sehingga menimbulkan tekanan pada upah dan inflasi,” ujarnya sebagaimana dikutip Bloomberg, Kamis (17/4/2014). 

Dia mengatakan pihaknya akan terus memantau bukti yang belum terungkap tersebut dan mengevaluasinya secara terbuka.

Kendati demikian, dia tidak mengenyampingkan kemungkinan inflasi akan naik ke level yang harus diredakan sebelum sampai pada titik tertentu. “Inilah yang harus kami perhatikan. Hal itu bukanlah apa yang saya harapkan terjadi,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

federal reserve
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top