Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jatim Tempuh Cara Ini untuk Tekan Impor

Provinsi Jawa Timur menggenjot pertukaran komoditas antardaerah guna memperkuat perdagangan sekaligus menekan impor.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 11 Maret 2014  |  17:42 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, SURABAYA - Provinsi Jawa Timur menggenjot pertukaran komoditas antardaerah guna memperkuat perdagangan sekaligus menekan impor.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo menilai konektivitas komoditas antarwilayah di Indonesia rendah. Sehingga bahan baku industri kerap impor meski bisa dipasok dari daerah lain.

Komoditas kopi, lanjut Soekarwo, Jawa Timur kesulitan mencari untuk ekspor tapi ternyata Bengkulu berlebih. Demikian halnya garam industri ternyata bisa dipenuhi dari Nusa Tenggara Timur sehingga tidak perlu impor.

"Informasi komoditas antarwilayah itu penting, makanya pertemuan antarpebisnis kami fasilitasi," jelasnya seusai membuka rapat koordinasi bidang perekonomian di Surabaya, Selasa (11/3/2014).

Pertemuan tersebut dihadiri Asisten Bidang Perekonomian se-Indonesia, Kamar Dagang dan Industri, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta perbankan.

Soekarwo dalam pertemuan juga membuka peluang daerah lain memasok ketela pohon 1 juta ton per tahun ke Jawa Timur.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur Hadi Prasetyo menguraikan pertemuan antardaerah bisa memberi peta komoditas. Sehingga bila kekurangan bahan bisa memenuhi dari daerah lain.

"Kami targetkan ekspor naik dulu dengan kerja sama antardaerah ini, tidak muluk-muluk yang penting naik dulu," tegasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor pangan jawa timur
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top