Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Myanmar Targetkan Bebas Visa dengan Indonesia Tahun Ini

Pemerintah Myanmar siap menerapkan perjanjian bilateral bebas visa dengan Indonesia untuk memperkuat hubungan kedua negara.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 19 Februari 2014  |  20:18 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah Myanmar mengkaji kemungkinan perjanjian bilateral bebas visa dari Indonesia ke Myanmar dan sebaliknya.

Duta Besar Myanmar untuk Indonesia Min Lwin mengaku pihaknya siap mengadakan perjanjian bilateral dengan Indonesia. Pasalnya, Myanmar berkomitmen untuk meningkatkan kunjungan turis sekaligus menggaet investasi asing masuk ke negeri tersebut.

“Saya kira kami [Myanmar] dan Indonesia] tinggal menentukan kapan waktu yang tepat untuk menindaklanjuti rencana tersebut,” ujarnya di Jakarta, Selasa (18/2/2014).

Dirinya mengatakan tiga negara di Asean yaitu Filipina, Laos, dan Kamboja sudah memiliki perjanjian bilateral sehingga turis dari ketiga negara itu tidak memerlukan visa alias bebas biaya ketika mengunjungi Myanmar.

Pemerintah Myanmar menargetkan menyelesaikan semua perjanjian bilateral terkait visa bebas biaya di semua kawasan Asean pada tahun ini.

“Selain Indonesia, Myanmar akan menandatangani kesepakatan bilateral free visa dengan Thailand, sedangkan untuk negara lainnya, kami [Myanmar] masih menunggu respons yang ada,” ujarnya.

Sejak ditandatangani perjanjian bilateral terkait dengan pembebasan biaya terhadap visa kunjungan turis, Myanmar adalah satu-satunya negara di Asean yang tidak mengikuti kesepakatan tersebut.

Di bawah undang-undang konstitusional dan hukum lainnya yang baru, ungkapnya, segala bentuk reformasi akan dilakukan oleh Myanmar untuk memperbaiki keadaan sosial dan ekonomi yang selama ini terisolasi akibat rezim militer di Myanmar.

Lwin mengatakan hubungan bilateral antara Indonesia dan Myanmar memang belum berjalan maksimal, tetapi dengan adanya kesepakatan bebas visa akan merekatkan hubungan antara kedua negara ini.

Data ASEAN Tourism Statistics menunjukkan Myanmar merupakan negara dengan jumlah turis terendah di Asean. Pada 2011, turis yang berkunjung di Myanmar hanya berjumlah 816.400 orang.

Namun, jumlah tersebut mulai melesat pada 2012 hingga mencapai lebih dari 1 juta turis. Total pendapatan pariwisata di Myanmar melonjak menjadi US$534 juta pada 2012 dibandingkan dengan US$319 juta pada tahun sebelumnya.

“Kami mengharapkan banyak turis Indonesia mulai datang begitu pula sebaliknya. Hal tersebut sekaligus mampu mempererat hubungan bilateral kedua negara,” tuturnya.

Apalagi, ungkapnya, semenjak kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Myanmar tahun lalu, kedua negara telah sepakat untuk meningkatkan volume perdagangan hingga US$500 juta pada 2015.

“Volume perdagangan antara Indonesia dan Myanmar pada waktu yang lalu tidak lebih dari US$500 juta. Saya kira ini merupakan saat yang tepat untuk meningkatkan kerjasama di level yang lebih tinggi,”ucapnya.

Tidak hanya itu, Lwin mengatakan dalam waktu dekat ada rencana dari sejumlah pengusaha Indonesia berkunjung ke Myanmar untuk membahas rencana investasi.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

myanmar
Editor :
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top