Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kuota Haji 2014: Daerah tak Bisa Menambah

News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Februari 2014  |  17:12 WIB
Jemaah haji memasuki pesat menuju Tanah Suci - JIBI
Jemaah haji memasuki pesat menuju Tanah Suci - JIBI

Bisnis.com, MEULABOH-- Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan hingga kini Pemerintah Arab Saudi tidak mengubah kebijakan kuota haji, sehingga permintaan penambahan kuota dari berbagai daerah tidak dapat dipenuhi.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Agama seusai memberi kuliah umum di Sekolah Tinggi Agama Islam Tgk Dirundeng Meulaboh, Aceh Besar, Selasa (18/2/2014) terkait adanya permohonan penambahan kuota haji dari berbagai daerah.

Menag mengakui permintaan tambahan kuota terus mengalir dari berbagai daerah. Namun di sisi lain ia minta dipahami bahwa Pemerintah Arab Saudi saat ini terus memperbaiki fasilitas dan tempat ibadah pada setiap musim haji. Pembatasan kuota 20% yang diberlakukan sejak 2013 akan berlaku pada tiga atau empat tahun mendatang.

Ia menjelaskan, kawasan kompleks Masjidil Haram termasuk tempat thawaf hingga kini masih dalam proses pengerjaan. Pemerintah setempat memperkirakan pekerjaan mega proyek tersebut selesai pada 2016.

Dengan berbagai keterbatasan yang ada, Saudi Arabia terus menerus meningkatkan tempat ibadah haji. Untuk di Mina saja sudah diperluas. Padahal ada sebagian Jamaah haji dari Tanah Air meragukan kawasan Mina diperluas atau disebut sebagai Mina Jadid tidak sah.

"Padahal dalam ibadah haji, ada kedaruratan yang harus dipahami. Ulama setempat bermalam di Mina Jadi sah,"  jelas Menag. (Antara)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kuota haji 2014

Sumber : Newswire

Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top