Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspadai Serangan DBD, Simak Tips dan Cara Pencegahannya!

Tingginya curah hujan sejak awal tahun berpotensi meningkatkan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Tanah Air. Penyakit yang disebabkan oleh virus dengue ini ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti.
Rahmayulis Saleh
Rahmayulis Saleh - Bisnis.com 13 Februari 2014  |  11:18 WIB
/Antara
/Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Tingginya curah hujan sejak awal tahun berpotensi meningkatkan kasus demam  berdarah dengue (DBD) di Tanah Air. Penyakit yang disebabkan oleh virus dengue ini ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti.

Menurut  Tjandra Yoga Aditama, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) ‎Kementerian Kesehatan, DBD memang banyak dijumpai di kawasan negara ASEAN.

"Untuk menghindari serangan DBD, beberapa anjuran, dan informasi‎ berikut perlu dipahami oleh masyarakat," kata Tjandra di Jakarta, Kamis (13/2/14).

Beberapa anjuran dan informasi terkait penyakit DBD yang disampaikannya adalah:

  • Faktor yang memengaruhi munculnya DBD antara lain rendahnya status kekebalan kelompok masyarakat, dan tingginya kepadatan populasi nyamuk penular karena banyaknya tempat perkembangbiakan nyamuk yang biasanya terjadi pada musim penghujan.
  • Gejala awal DBD antara lain demam tinggi mendadak berlangsung sepanjang hari, menggigil, nyeri kepala, nyeri belakang bola mata, kadang disertai adanya tanda-tanda perdarahan. Misalnya bintik kemerahan (petekie) dan mimisan. Masa inkubasi DBD adalah 3-14 hari. Tapi pada umumnya 4-7 hari.
  • Apabila ada keluarga yang menunjukkan gejala tersebut, segeralah berobat ke sarana pelayanan kesehatan terdekat.
  • Pertolongan pertama yang dapat anda lakukan dengan memberikan minum yang banyak, obat penurun panas, kompres hangat, dan segera bawa ke pelayanan kesehatan.
  • Belum ada obat dan vaksin untuk mencegah DBD, pengobatan hanya bersifat simtomatis dan suportif.
  • Mengingat tingginya curah hujan saat ini, dapat menimbulkan banyak tempat perkembangbiakan jentik nyamuk, sehingga dapat berpotensi terjadinya peningkatan kasus DBD.
  • Pencegahan DBD yang paling efektif dan efisien sampai saat ini, adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dengan teknik dasar 3M Plus, yaitu:

1. Menguras, adalah membersihkan lokasi yang sering dijadikan tempat penampungan air, seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es, dan lainnya.

2. Menutup, yaitu memberi tutup yang rapat pada tempat -tempat penampungan air, seperti drum, kendi, toren air, dan lainnya.

3. Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat nyamuk penyebab DBD bertelur. 

- Sedangkan yang dimaksud dengan plus, adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti:

1. Memberi bubuk larvasida pada tempat air yang sulit dibersihkan.

2. Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk.

3. Menggunakan kelambu saat tidur.

4. Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk.

5. Menanam tanaman pengusir nyamuk.

6. Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah.

7. Tidak menggantung pakaian di dalam rumah, yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dbd demam berdarah
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top