Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wilayah Priangan Timur Perlu Perbaikan Infrastruktur

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat meminta pemerintah memperbaiki infrastruktur di kawasan Priangan Timur guna menggenjot perekonomian di kawasan itu.
Adi Ginanjar Maulana
Adi Ginanjar Maulana - Bisnis.com 29 Desember 2013  |  20:35 WIB

Bisnis.com, BANDUNG - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat meminta pemerintah memperbaiki infrastruktur di kawasan Priangan Timur guna menggenjot perekonomian di kawasan itu.

Ketua Apindo Jabar Dedy Widjaja mengatakan infrastruktur yang belum memadai ke Priangan Timur antara lain Tasikmalaya, Ciamis, Garut, dan Banjar menjadi kendala bagi investor untuk menanamkan investasi di kawasan itu.

"Selama ini investor lebih cenderung menanamkan investasinya di wilayah barat seperti Bogor dan Karawang karena akses infrastruktur sudah memadai, ditambah Jabar timur," ujar Dedy kepada Bisnis hari ini, Minggu (29/12/2013).

Dia menjelaskan jalur transportasi dari Bandung menuju Tasikmalaya sangat rawan dengan kemacetan yang membuat perjalanan tidak efisien sehingga membuat proses distribusi hasil produksi agribisnis seperti hortikultura yang memicu kerugian akibat barang tidak bisa didistribusikan.

Padahal, lanjutnya, peluang investasi di Priangan Timur cukup prospektif terlebih nilai upah minimum kabupaten/kota (UMK) yang masih bisa dipenuhi investor.

Selama ini investor tertarik untuk mengembangkan industri agribisnis karena daerah itu masih memiliki lahan yang bisa dipergunakan seperti pencetakan sawah-sawah baru. 

"Pemerintah mulai dari sekarang harus menawarkan program kerja sama investasi yang diarahkan untuk meningkatkan lahan lebih produktif guna menyerap tenaga kerja lebih banyak." (Wandrik Panca Adiguna)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tasikmalaya
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top