Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Profesor Inggris: AS dan Israel Pemuja Kekerasan dan Perang

Seorang profesor dan pengulas politik Inggris mengatakan Amerika Serikat dan Israel memuja kekerasan dan perang di seluruh dunia, dan di Timur Tengah pada khususnya.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 22 Desember 2013  |  07:07 WIB
Profesor Inggris: AS dan Israel Pemuja Kekerasan dan Perang

Bisnis.com, LONDON - Seorang profesor dan pengulas politik Inggris mengatakan Amerika Serikat dan Israel memuja kekerasan dan perang di seluruh dunia, dan di Timur Tengah pada khususnya.

Menyambut adopsi Presiden Rouhani atas usulannya anti-kekerasan oleh Majelis Umum PBB, Rodney Shakespeare mengatakan, "konsistensi sikap damai Iran berdiri dalam kontras dengan kekejaman dan serangan-serangan yang berasal dari Amerika Serikat dan Israel yang tidak lagi dihormati oleh siapa pun di dunia."

PBB dengan suara mayoritas pada Rabu mengadopsi resolusi yang menyerukan kepada negara-negara di seluruh dunia untuk mengecam kekerasan dan ekstremisme.

Berdasarkan proposal Presiden Iran Hassan Rouhani untuk Dunia Menentang Kekerasan dan Ekstremisme (WAVE), resolusi itu mendesak negara-negara anggota untuk mengambil langkah yang tepat untuk memperkuat perdamaian universal dan untuk mencapai kerja sama internasional dalam memecahkan masalah internasional di bidang ekonomi, sosial, budaya, atau karakter kemanusiaan.

"Semua dalam semua, resolusi WAVE adalah tanda zaman dan indikasi penentuan orang-orang yang layak untuk membuang yang lama, cara-cara korup dan menemukan sesuatu yang positif dan baru," kata Shakespeare, yang juga seorang pengacara yang berkualitas kepada IRNA. (Antara)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

timur tengah
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top