Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indeks Penjualan Eceran di Semarang Naik 8,5%

Indeks penjualan eceran di Kota Semarang pada Oktober 2013 naik ke level 263,7 poin atau secara meningkat 8,5% dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya.
Endot Brilliantono
Endot Brilliantono - Bisnis.com 24 November 2013  |  00:06 WIB

Bisnis.com, SEMARANG – Indeks penjualan eceran di Kota Semarang pada Oktober 2013 naik ke level 263,7 poin atau secara meningkat 8,5% dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah V Sutikno mengungkapkan peningkatan penjualan eceran tersebut bersumber dari kelompok perumahan dan bahan bakar minyak sebesar 15,5%, khususnya pada subkelompok barang konstruksi. 

“Target penyelesaian proyek perumahan yang dibiayai pemerintah menjelang berakhirnya tahun anggaran 2013, diperkirakan menjadi stimulus kuat yang bakal memicu kenaikan omzet penjualan barang-barang konstruksi,” katanya, Rabu (20/11/2013).

Percepatan penyelesaian proyek perumahan tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan pasokan persediaan rumah seiring masih kuatnya permintaan masyarakat akan rumah hunian seperti hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) di Jateng Triwulan III-2013. 

Sementara, kenaikan omset penjualan pada bahan bakar diperkirakan lebih disebabkan oleh faktor kenaikan harga Pertamax, setelah kenaikan harga minyak dunia dan melemahnya nilai tukar rupiah. 

"Selain kelompok perumahan dan bahan bakar, peningkatan omset penjualan diperkirakan juga bersumber dari kelompok bahan makanan sebesar 6,3% dan meningkatnya konsumsi masyarakat tersebut sejalan dengan menguatnya keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi baik saat ini maupun pada enam bulan ke depan," katanya.

Hasil survei konsumen periode Oktober 2013 yang dilakukan terhadap 300 rumah tangga di Kota Semarang menunjukkan adanya kenaikan indeks bulanan 2,3%, sehingga indeks naik ke level 71,7 poin.

"Hasil survei juga diketahui mayoritas responden pedagang eceran memperkirakan harga dan penjualan pada tiga dan enam bulan mendatang secara umum akan mengalami peningkatan relatif tinggi," katanya. 

Tingginya ekspektasi indeks omset penjualan selain disebabkan oleh peningkatan harga juga disebabkan oleh ekspektasi peningkatan permintaan masyarakat, seiring dengan persiapan perayaan Natal, Tahun Baru, dan Imlek yang diperkirakan masih terus berlanjut hingga enam bulan mendatang dan adanya stimulus persiapan Pemilu Legislatif April 2014. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semarang penjualan eceran
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top