Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Ditunjang Sektor Pertanian

Bisnis.com, MAKASSAR- Ekonomi Sulawesi Selatan yang tumbuh 7%-8% bisa lebih baik lagi apabila ditunjang dengan pembangunan infrastruktur, terutama di sektor pertanian.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 03 Oktober 2013  |  12:45 WIB

Bisnis.com, MAKASSAR- Ekonomi Sulawesi Selatan yang tumbuh 7%-8% bisa lebih baik lagi apabila ditunjang dengan pembangunan infrastruktur, terutama di sektor pertanian.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Pemprov Sulsel Yaksan Hamzah dalam dalam seminar Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini di Hotel Aryaduta, Makassar, Kamis (3/10/2013).

Dia menuturkan, dengan kondisi pertanian Sulsel yang surplus produksi beras hingga 2 juta ton per tahun, dapat ditingkatkan hingga 5 juta ton per tahun. Syaratnya, infrastruktur irigasi dan sarana pertanian yang memadai.

"Kebutuhan beras Indonesia bisa terselesaikan di Sulsel, tidak dibutuhkan lagi impor," kata Yaksan.

Sudah seharunya, tambahnya, pemerintah pusat memberi perhatian khusus bagi Sulsel dan wilayah kawasan timur Indonesia (KTI) lainnya. Sebab, KTI adalah pendorong ekonomi nasional.

"Kalau tidak ada variabel khusus yang digunakan untuk alokasi dana ke daerah di KTI, maka pertumbuhan kita sangat lamban," lanjutnya.

Dalam rencana pembangunan jangka panjang nasional, katanya, sudah ada program percepatan pembangunan wilayah KTI. Namun, realisasinya masih tetap ditunggu.

Ia berharap Sulsel dalam 5 tahun ke depan dapat tetap menjaga kondisi pengelolaan keuangan yang dalam 3 tahun terakhir meraih status wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan. (ltc)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur bps pertanian sulsel
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top