Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Susu Formula Fonterra Tercemar, Konsumen China Kian Sengsara

CEO Fonterra Theo Spierings (bloomberg)Bisnis.com, SHANGHAI - Fonterra Cooperative Group Ltd 's mengingatkan bahan tercemar dalam beberapa produk keluaran perusahaan eksportir susu terbesar di dunia itu menjadi pukulan terbaru bagi para penjual formula
Fatkhul-nonaktif
Fatkhul-nonaktif - Bisnis.com 06 Agustus 2013  |  17:14 WIB
Susu Formula Fonterra Tercemar, Konsumen China Kian Sengsara
Bagikan

CEO Fonterra Theo Spierings (bloomberg)

Bisnis.com, SHANGHAI - Fonterra Cooperative Group Ltd 's mengingatkan bahan tercemar dalam beberapa produk keluaran perusahaan eksportir susu terbesar di dunia itu menjadi pukulan terbaru bagi para penjual formula bayi di tengah kekhawatiran konsumen Cina tentang keamanan pangan.

Perusahaan yang berbasis di Auckland menemukan bakteri penyebab penyakit langka yang disebut botulisme pada konsentrat protein whey sekitar 38 ton yang diproduksinya, Fonterra mengatakan kemarin.

Produsen formula bayi Danone dan Abbott Laboratories (ABT), yang menggunakan bahan Fonterra atau mengemas produk susu mereka pada lini produksi perusahaan tersebut, mengatakan telah melakukan penarikan untuk pencegahan.

Ancaman lain masih menghantui dari sejumlah susu formula bayi yang kemungkinan terkontaminasi dan masih ada di rak–rak toko. Padahal,  konsumen Cina masih belum pulih dari dampak susu bubuk bercampur dengan melamin yang menewaskan enam bayi pada 2008.

Hal ini menambah kesengsaraan konsumen di China, yang merupakan pasar formula bayi hingga US$16 miliar, di mana produsen asing telah menghadapi tuduhan penetapan harga tinggi.

"Seluruh industri disiksa dengan masalah sistemik," kata Matthew Crabbe, kepala penelitian di Asia Pasifik Mintel Group. "Ini makin menekan kepercayaan konsumen.”

Fonterra mengatakan 90% dari produk yang terinfeksi berada di gudang dan perusahaan bekerja untuk mengambil kembali sisanya dari toko ritel dalam 24 atau 48 jam mendatang, kata Chief Executive Officer Theo Spierings di Beijing, kemarin.

"Kami sangat meminta maaf kepada orang-orang yang telah terkena masalah ini," katanya.

Fonterra Co-operative Group Limited merupakan koperasi susu berskala multinasional Selandia Baru, yang dimiliki oleh 10.600 petani. Fonterra merupakan perusahaan terbesar Selandia Baru yang menguasai sekitar 30% ekspor susu dunia, dan memiliki pendapatan NZ$19,87 miliar pada 2010.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china fonterra susu formula bayi
Editor : Fatkhul-nonaktif
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top