Kasus Hambalang: Kongres Partai Demokrat pun Diungkit-ungkit

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi mulai memeriksa mulai menelusuri keterkaitan antara Kongres Partai Demokrat di Bandung, dengan dugaan korupsi penerimaan hadiah oleh Mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum dalam proyek Hambalang.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 15 Juli 2013  |  19:29 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi mulai memeriksa mulai menelusuri keterkaitan antara Kongres Partai Demokrat di Bandung, dengan dugaan korupsi penerimaan hadiah oleh Mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum dalam proyek Hambalang.

Penyidikan dilakukan dengan memeriksa dua orang saksi yakni  Lela Wahyulia, dan Pujiningtyas, yang berprofesi sebagai EO PT Bandung Excellent Tour & Travel, yang menyelenggarakan kongres tersebut.

Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan keduanya dipanggil sebagai saksi Anas Urbaningrum.

Dalam kasus itu, Anas ditetapkan sebagai tersangka karena diduga mendapat gratifikasi, antara lain mobil Harrier dari PT Adhi Karya, selaku kontraktor proyek Hambalang, yang baru pekan lalu disita KPK.

Anas disangkakan pasal 12 a, b atau pasal 11 Undang-undang 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman 20 tahun penjara.

Dalam kasus Hambalang, KPK hari ini juga kembali memanggil Direktur Utama PT MSONS Capital, Munadi Herlambang, sebagai saksi untuk tiga tersangka, yaitu Andi Mallarangeng, Deddy Kusdinar, dan Teuku Bagus Mokhammad Noor.

Selain itu, lima saksi lainnya juga dipanggil KPK, yaitu Wisler Manalu dan Brahmantory selaku Pegawai Negeri Kementerian Pemuda dan Olahraga, Dessy Yuliawati selaku swasta, Henny Susanti selaku karyawan divisi konstruksi I PT Adhi Karya, serta Sutrisno selaku Manager PT Adhi Karya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hambalang, demokrat

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top