Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

UNHCR: Negara Berkembang Tempat Suaka 81% Pengungsi Dunia

foto: unhcr_orgBISNIS.COM, JAKARTA – United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) melaporkan adanya kesenjangan yang besar antara jumlah negara kaya dan miskin yang memberikan suaka bagi pengungsi (hosting country).
Fatkhul-nonaktif
Fatkhul-nonaktif - Bisnis.com 20 Juni 2013  |  21:30 WIB

foto: unhcr_org

BISNIS.COM, JAKARTA – United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) melaporkan adanya kesenjangan yang besar antara jumlah negara kaya dan miskin yang memberikan suaka bagi pengungsi (hosting country).

Berdasarkan laporan Tren Global Tahunan UNHCR, separuh dari 10,5 juta pengungsi di bawah mandat UNHCR berada di negara – negara pemberi suaka yang memiliki pendapatan GDP per kapita dibawah US$5,000.

Angka tersebut terlepas dari 4,9 juta pengungsi Palestina yang berada di bawah mandat UN Relief and Works Agency (UNRWA).

“Kesimpulannya, negara berkembanglah yang menjadi hosting country atau negara suaka bagi 81% pengungsi di dunia, sebuah peningkatan dari 70% pada 10 tahun lalu,” demikian laporan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Pengungsi itu, Kamis (20/6/2013).

Menurut laporan tersebut, 46% dari pengungsi tergolong sebagai anak – anak berusia di bawah 18 tahun. Selain itu, sebanyak 21,300 permohonan permintaan suaka yang tercatat selama tahun 2012, diajukan oleh anak – anak tanpa pendampingan atau yang terpisah dari orang tua mereka (unaccompanied minor).

Ini adalah angka anak – anak tanpa pendampingan atau yang terpisah dari orang tua tertinggi yang pernah dicatat UNHCR.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengungsi unhcr
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top