Sentimen Konsumen AS Anjlok

BISNIS.COM, WASHINGTON—Tingkat sentimen konsumen di Amerika Serikat merosot pada Juni dari level tertinggi dalam 6 tahun, seiring dengan pertumbuhan pasar tenaga kerja yang menopang pandangan warga AS tentang penilaian ekonomi.
Wike Dita Herlinda | 16 Juni 2013 16:57 WIB

BISNIS.COM, WASHINGTON—Tingkat sentimen konsumen di Amerika Serikat merosot pada Juni dari level tertinggi dalam 6 tahun, seiring dengan pertumbuhan pasar tenaga kerja yang menopang pandangan warga AS tentang penilaian ekonomi.

Indeks awal sentimen konsumen Thomson Reuters/University of Michigan merosot menjadi 82,7 pada Juni dari 84,5 pada bulan sebelumnya, yang merupakan level tertinggi sejak Juli 2007. Perkiraan median dalam sebuah survei Bloomberg, sementara itu, tidak berubah dari level 84,5.

Angka perekrutan kerja meningkat dua kali lipat bersamaan dengan naiknya harga ekuitas dan nilai properti yang mendukung tingkat kepercayaan warga Amerika. Sebanyak 175.000 pekerjaan yang ditambahkan pada bulan lalu dapat memicu belanja konsumen, yang mendominasi sekitar 70% dari perekonomian AS.

“Pasar saham melesat pada akhir Mei, sehingga Anda kemungkinan akan melihat sebagian dari hal itu terefleksi dalam indeks sentimen konsumen,” jelas Michael Feroli, Kepala Ekonom JPMorgan Chase & Co. di New York. Feroli sendiri memproyeksi indeks sentimen berada pada level 82,5.

Secara umum, lanjutnya, konsumen sedang berada dalam posisi yang relatif bagus.

Di saaat bersamaan, produksi industri AS melesat untuk pertama kalinya dalam 3 bulan pada Mei, sehingga mengindikasikan kemerosotan industri terburuk yang pernah terjadi telah berakhir.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Federal Reserve akhir pekan lalu, produksi industri AS merangkak naik 0,1% setelah merosot 0,4% pada April, dan 0,3% pada Maret.

“Manufaktur sedikit menglami goncangan akhir-akhir ini, tetapi sepertinya hal itu tidak akan berlanjut,” jelas Drew Matus, Wakil Kepala Ekonom UBS Securities LLC di Stamford Connecticut.

AS, menurut Matus, mungkin harus membangun inventaris sehingga dapat menjadi sebuah pendapatan bersih positif. Dia mengatakan permintaan konsumen yang terus berlanjut akan berpengaruh terhadap apa yang sedang terjadi di dunia saat ini.

 

Sumber : Bloomberg

Tag : ekonomi as, pemerintah as, bank sentral as
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top