Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KOMPENSASI BBM: Pemerintah Wacanakan Bantuan Langsung Tunai

BISNIS.COM, JAKARTA—Pemerintah mewacanakan pemberian bantuan tunai kompensasi penaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp100.000—150.000 per orang.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 08 Mei 2013  |  09:18 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Pemerintah mewacanakan pemberian bantuan tunai kompensasi penaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp100.000—150.000 per orang.

Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan bantuan tunai yang diberi nama bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) rencananya diberikan bagi sekitar 65 juta penduduk berpenghasilan rendah berdasarkan data BPS.

Dia menjelaskan penduduk berpenghasilan rendah merupakan penduduk yang digolongkan BPS sebagai penduduk sangat miskin, miskin dan rentan miskin.

Bantuan tersebut akan diberikan melalui mekanisme penyaluran yang tersedia dengan nilai berkisar Rp100.000—150.000 per orang dalam kurun waktu 3—6 bulan setelah penaikan harga BBM bersubsidi.

“Belum diputuskan tetapi antara Rp100.000-Rp150.000. Ini menggunakan mekanisme yang ada. Tidak bisa dimanfaatkan oleh pemerintah yang kaitannya untuk pemilu,” tegas Agung di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa malam (7/5).

Dia menegaskan BLSM harus diberikan sebagai bagian dari kebijakan penaikan harga BBM bersubsidi sebagai pelengkap perluasan dan penambahan dana program perlindungan sosial.

“Penaikan [harga BBM bersubsidi] itu harus dilakukan. Kita harus menyelamatkan fiskal APBN agar sehat, tetapi tetap harus menyelamatkan mereka yang tidak mampu. Dua sisi itu harus tersentuh,” katanya.

Menko Kesra menegaskan harus ada alokasi anggaran belanja baru bagi program BLSM dalam APBN-P 2013.

Pemerintah tidak bisa mengalihkan dana dari anggaran belana bantuan sosial yang bernilai sekitar Rp73 triliun karena anggaran tersebut telah dipangkas untuk membantu penyehatan APBN.

“Semua bansos sudah dikurangi, belanja ada yang dikurangi. Jumlahnya itu masih tidak cukup menyehatkan fiskal kita agar defisit di bawah 2,5%,” papar Agung. (mfm)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top