Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lehman Brothers unit Australia Tunggu Putusan

BISNIS.COM, JAKARTA -- Perusahaan jasa keuangan Lehman Brothers Holding Inc. unit Australia tengah menunggu putusan pengadilan untuk menyetujui pengambilan suara oleh kreditur terkait penawaran penyelesaian klaim pembayaran.
Anissa Margrit
Anissa Margrit - Bisnis.com 16 April 2013  |  04:39 WIB
Lehman Brothers unit Australia Tunggu Putusan
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA -- Perusahaan jasa keuangan Lehman Brothers Holding Inc. unit Australia tengah menunggu putusan pengadilan untuk menyetujui pengambilan suara oleh kreditur terkait penawaran penyelesaian klaim pembayaran.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (15/42013), dalam proposal yang diajukan para kreditur hanya akan mendapatkan setengah dari total nilai piutang mereka. 

Marcus Ayres dari PPB Advisory, institusi yang mengurusi likuidasi Lehman unit Australia, mengatakan ini merupakan opsi yang cukup baik. "Kami bisa saja terus berusaha mendapatkan hak sepenuhnya, tapi itu membutuhkan waktu yang sangat lama," ujarnya.

Lehman Brothers Australia ikut terkena imbas dari kebangkrutan induk usahanya, Lehman Brothers Holdings yang berbasis di AS. Bank terbesar keempat di dunia itu bangkrut dengan meninggalkan utang sebesar US$613 juta, yang merupakan kebangkrutan terbesar dalam sejarah AS.

Ayres menuturkan jika pengadilan menyetujui voting tersebut, maka pengambilan suara oleh para kreditur bakal digelar pada minggu pertama bulan Juni. Bila semua proses berjalan sesuai rencana, pembayaran bisa diselesaikan pada November tahun ini. (Bloomberg/dot)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Endot Brilliantono
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top