Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UJIAN NASIONAL di Sumut Dinilai Berantakan

BISNIS.COM, MEDAN--Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho menyesalkan ujian nasional yang tidak berlangsung sukses di provinsi ini pada hari pertama karena sejumlah sekolah yang tidak mendapatkan soal.
Erna Sari Ulina Girsang
Erna Sari Ulina Girsang - Bisnis.com 15 April 2013  |  20:01 WIB
UJIAN NASIONAL di Sumut Dinilai Berantakan
Bagikan

BISNIS.COM, MEDAN--Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho menyesalkan ujian nasional yang tidak berlangsung sukses di provinsi ini pada hari pertama karena sejumlah sekolah yang tidak mendapatkan soal.


Berdasarkan laporan yang diterima Gubernur, dari 23 kabupaten, sejumlah sekolah tidak menerima soal ujian Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Bahasa Indonesia, seperti di Kabupaten Labuhan Batu dan Tapanuli Utara.

Sementara itu, peserta ujian di SMU Harahap, Kabupaten Deli Serdang, harus pulang lebih awal karena tidak mendapatkan soal IPS. Untuk mengatasi masalah itu, Dinas Pendidikan berencana menggelar ujian susulan.

“Pelaksanaan [ujian nasionl] tahun ini kurang bagus. Ada SMA swasta, yaitu Harapan di Kabupaten Deli Serdang siswa belum bisa ujian dikarenakan tidak datangnya naskah ujian untuk IPS,” papar Gubenur Sumut, seusai mengunjungi sejumlah sekolah, Senin (15/4/2013).

Dia menegaskan kesalahan tidak terletak pada Dinas Pendidikan sebagai penyelenggaran ujian nasional, keterlambatan pengawas, siswa, atau sekolah, tetapi karena soal tidak datang tepat waktu dengan jumlah yang dibutuhkan.

Untuk mengatasi masalah itu, Dinas Pendidikan menjadwalkan ujian nasional ulangan pada 22 April, dan soal ujian 100% akan diubah dan dibuat kembali.

Di tempat berbeda, Walikota Medan Rahudman Harahap mengemukakan pelaksanaan ujian nasional di Medan juga tidak sesuai dengan harapan. Pasalnya, pada hari pertama tidak semua sekolah menerima naskah ujian cukup untuk siswa.

Dia menyebutkan ada tiga sekolah yang tidak dapat melaksanakan ujian nasional, yaitu SMU 10 Medan untuk jurusan IPA, MAN 2 Model, serta SMU Al-Wasliyah.

Dia mengatakan peserta ujian nasional di Medan meliputi 122.255 siswa SMU, 14.258 SMK, dan 1.314 paket C.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nasional sumut gatot pujo nugroho ujian ujian nasional
Editor : Yoseph Pencawan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top