Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

ANGKA KECELAKAAN : 69% Dari Motor

BISNIS.COM, JAKARTA— Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Pol. Boy Rafli Amar menyatakan, angka kecelakaan hingga menyebabkan meninggal dunia di seluruh wilayah Indonesia selama 2012 memakan di atas 27 ribu korban

BISNIS.COM, JAKARTA— Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Pol. Boy Rafli Amar menyatakan, angka kecelakaan hingga menyebabkan meninggal dunia di seluruh wilayah Indonesia selama 2012 memakan di atas 27 ribu korban jiwa.

Jumlah tersebut hanya  menurun sekitar 1,1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai di atas 30 ribu korban jiwa.

Adapun dari angka kecelakaan pada tahun lalu, kendaraan beroda dua menyumbang sebanyak 69%. Sementara itu sisanya dari kendaraan pribadi, kemudian disusul dengan transportasi umum.

Namun, Boy belum bisa memerinci angka kecelakaan sementara pada tahun ini. Dia meminta partisipasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap peraturan dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas dalam berkendara.

“Tentu pada tahun ini [angka kecelakaan] ditekan lebih rendah lagi dari tahun-tahun sebelumnya. Kita berharap dengan kampanye masyarakat yang menjadi pelopor bagi keselamatan sendiri, yaitu untuk mengeliminir angka-angka terjadinya kecelakaan,” jelas Boy di Kantor Mabes Polri, Rabu (10/4/2013).

Menurutnya, faktor utama penyebab kecelakaan tersebut adalah kelalaian. Banyak pengemudi yang lalai, sehingga tidak mematuhi peraturan lalu lintas.

Kemudian faktor lainnya, lanjutnya, yaitu batasan penumpang, pengaruh sarana jalan, pengaruh cuaca, dan faktor yang terdapat pada masalah kendaraan sendiri.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Winda Rahmawati
Sumber : Winda Rahmawati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper