Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kreditur BLTA Tunggu Voting Rencana Perdamaian

BISNIS.COM, JAKARTA—Para kreditur PT Berlian Laju Tanker Tbk akan menentukan kelanjutan langkah restrukturisasi perusahaan transportasi laut itu pada 8 Maret mendatang dengan pemungutan suara atas rencana perdamaian.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 25 Februari 2013  |  19:08 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Para kreditur PT Berlian Laju Tanker Tbk akan menentukan kelanjutan langkah restrukturisasi perusahaan transportasi laut itu pada 8 Maret mendatang dengan pemungutan suara atas rencana perdamaian.

Berlian Laju Tanker (BLT) telah mengadakan pemaparan lagi atas rencana perdamaian atau penjadwalan utang-utangnya kepada para kreditur pada Senin (25/2).

Pengurus penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) BLT Andrey Sitanggang menyebut dalam pemaparan itu debitur tidak banyak mengubah komposisi perdamaian. “Hampir tidak ada perubahan,” kata Andrey.

Langkah selanjutnya, kata Andrey, adalah dilakukan pemungutan suara atau voting apakah kreditur setuju atau tidak dengan skema pembayaran utang yang ditawarkan debitur. Voting akan akan dilaksanakan 8 Maret, sedangkan rapat majelis hakim pada 18 Maret.

BLT sudah tidak bisa mengajukan perpanjangan waktu PKPU karena waktu yang dimiliki hampir habis.

Apabila hasil pemungutan suara dalam rencana perdamaian ditolak, maka debitur harus segera dinyatakan pailit. Hal itu sesuai dengan Pasal 289 UU No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU.

Namun, apabila ternyata rencana perdamaian disetujui mayoritas krediturnya, majelis hakim akan mengesahkan perdamaian menjadi homologasi.

BLT sendiri dijatuhi denda Rp150 juta oleh Bursa Efek Indonesia akibat keterlambatan penyampaian Laporan Keuangan Interim per 30 September 2012. Perusahaan juga terlambat menyerahkan laporan keuangan tahunan yang berakhir 31 Desember 2011.

Peseroan diajukan PKPU oleh PT Bank Mandiri Tbk pada 14 Juni 2012 dengan permohonan No. 27/PKPU/2012/PN.Niaga.Jkt.Pst. karena utang jatuh tempo yang dapat ditagih senilai Rp250 miliar.

Majelis hakim yang dipimpin Dwi Sugiarto mengabulkan permohonan Bank Mandiri pada 3 Juli 2012. Hakim mengangkat Muhammad Ismak, Andrey Sitanggang, dan Titik Iranawati sebagai pengurus.

PKPU atas BLT telah diperpanjang tiga kali, terakhir ditambah 75 hari kerja pada 2 Januari 2013. Alasan debitur minta tambahan waktu adalah untuk pembahasan composition plan karena beberapa masalah yang belum selesai.

Diantaranya terkait permintaan bank sindikasi untuk mengevaluasi kesepakatan yang ada. “[Permintaan dari bank sindikasi ini] tidak akan mengubah syarat-syarat kesepakatan,” kata Nicholas Yoong, 27 Desember 2012.

Alasan yang lain terkait masuknya permohonan restrukturisasi dari Gramercy Distressed Opportunity Fund, Gramercy Emerging Markets Fund, dan Gramercy Distressed Opportunity Fund II di pengadilan kepailitan New York AS.

Mereka mengklaim sebagai pemilik 7,5% Guaranteed Senior Notes yang jatuh tempo pada 2014 yang diterbitkan pada 2007 oleh BLT Finance BV (anak perusahaan BLT) dan dijamin oleh perseroan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hukum bank mandiri berlian laju tanker blta
Editor : Others

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top