Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ANGGARAN TNI: Panglima TNI klaim 99,49% sudah terserap

JAKARTA--Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menegaskan realisasi anggaran di jajarannya pada 2012 mencapai 99,49%.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Januari 2013  |  17:50 WIB

JAKARTA--Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menegaskan realisasi anggaran di jajarannya pada 2012 mencapai 99,49%.

Jajaran TNI mendapat alokasi dana Rp53,53 triliun dan terserap Rp53,26 triliun pada 2012. Meski demikian ia mengaku ke depan akan ditingkatkan pengawasan dan tertib administrasi.

"Guna mengoptimalkan pengawasan terhadap manajemen aset dan pengelolaan anggaran agar mencapai opini wajar tanpa pengecualian," tegasnya, saat jumpa pers di sela-sela rapat pimpinan di Mabes TNI, Selasa (29/1/2013).

Adapun pencapaian TNI pada 2012 antara lain membentuk Komando Gabungan Wilayah Pertahanan, pembangunan Pusat Pengadaan dan Pusat Kerjasama.

Selain mengembangkan organisasi, sejumlah alat utama sistem persenjataan baru juga dibeli tentara.

TNI AD membeli panser angkut personel buatan Pindad, kendaraan taktis pendobrak, helikopter latih dasar, helikopter serbu, tank 157 unit, tank pendukung 10 unit, meriam 155 mm veasar 37 pucuk. Angkatan Darat membeli pula roket MLRS Astros II dan rudak arhanud.

Adapun TNI AL membeli kapal patroli, kapal cepat rudal, kapal bantu cair minyak, sea raider, helikopter angkut sedang, kapal selam, meriam 30 mm dan 40 mm, peluncur roket dengan hulu banyak kaliber 22 mm, kapal cepat roket 40 dan kapal angkut tank.

Sementara itu, jajaran Angkatan Udara sepanjang 2012 membeli 24 unit pesawat F16, pesawat pengganti AS-202 dan T-34 sebanyak enam unit. Jajaran ini juga membeli C212-200 satu unit, pesawat NAS-322 dua unit dan sejumlah pesawat lain.

Agus menegaskan pembelian senjata itu bagian dari pemenuhan batas kemampuan minimun. "Program ini memerlukan waktu sehingga di 2014 tambah lagi 38% [dari kekuatan yang ada]. Pembuatan kapal perlu waktu 2-3 tahun, sekarang dimulai ada yang jadi 2014-2015," tegasnya.(msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Miftahul Ulum

Editor : Martin-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top