Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JELANG IMLEK: Perajin Lampion Kota Malang banjir Pesanan

MALANG:  Perajin lampion di Kota Malang, Jawa Timur, kebanjiran pesanan menjelang Hari Raya Imlek yang jatuh pada 10 Februari 2013.Ahmad Said, pemilik Juanda Lampion di Kampoeng Lampion, daerah yang terkenal sebagai produsen lampion di Kota Malang,
- Bisnis.com 29 Januari 2013  |  16:13 WIB

MALANG:  Perajin lampion di Kota Malang, Jawa Timur, kebanjiran pesanan menjelang Hari Raya Imlek yang jatuh pada 10 Februari 2013.

Ahmad Said, pemilik Juanda Lampion di Kampoeng Lampion, daerah yang terkenal sebagai produsen lampion di Kota Malang, mengatakan 2 bulan menjelang Hari Raya Imlek mendapat pesanan pembuatan lampion hingga 4.000 buah per bulan dari biasanya 1.000 buah.

"Sejak sebulan yang lalu kami sudah tidak mau lagi menerima pesanan karena sudah tidak sanggup lagi mengerjakan. Pesanan Imlek tahun ini lebih besar dibanding Imlek tahun lalu, sekitar 2.400 buah lampion per bulan," ujarnya, Selasa (29/1/2013).

Ahmad menjelaskan pihaknya mendapat banjir pesanan dari tempat ibadah atau klenteng, perusahaan, rumah tangga, dan pembeli yang akan menjual kembali.

Meskipun dikerjakan dengan alat sederhana, tetapi produksi lampion yang dihasilkan tidak kalah dengan hasil pabrikan.

Ahmad menuturkan menjual lampion buatannya dengan harga Rp10.000 hingga Rp3 juta, tergantung kecil dan besar serta tingkat kerumitan pembuatan.

Menurutnya, permintaan pesanan terbanyak yakni lampion dengan harga Rp35.000-Rp50.000.

"Lampion terbesar yang kami diameternya mencapai 3 meter, pesanan terbanyak yang berdiameter kurang dari 1 meter. Selama Imlek yang paling banyak pesanan lampion yang berwarna merah dengan bentuk bola dan kapsul," imbuhnya.

Pria yang mengaku sudah menjalankan usahanya hampir 9 tahunan ini mengaku kenaikan pesanan lampion selain menjelang Imlek, juga menjelang acara peringatan Hari Kemerdekaan dan Lebaran.

"Tetapi yang terbesar menjelang Imlek hingga kami menolak pesanan. Kalau hari biasa, pesanan banyak digunakan untuk hiasan acara pernikahan, kafe, atau pusat perbelanjaan. Bahannyapun beraneka, warna cerah selain merah dan motif," ujarnya.   (ra)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rustam-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top