Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KASUS SIMULATOR SIM POLRI: KPK Perpanjang Pencegahan Terhadap 3 Orang

- Bisnis.com 28 Januari 2013  |  15:40 WIB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan terhadap tiga orang yaitu Budi Susanto, Didik Purnomo, dan Teddy Rusmawan, mulai 22 Januari 2013 yang berlaku sampai 6 bulan ke depan, terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi simulator SIM di Korlantas Polri.
 
Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan KPK telah melakukan pencegahan terhadap beberapa pihak terkait dalam kasus dugaa korupsi simulator SIM.
 
"Pertama kasus simulator yang permintaannya berlaku per 22 Januari 2013 selama 6 bulan. Untuk Budi Susanto, Didik Purnomo, dan  Teddy Rusmawan," ujarnya, Senin (28/1/2013).
 
Sementara itu, pemeriksaan terhadap tersangka kasus tindak pidana korupsi simulator SIM di Korlantas Polri Djoko Susilo ditunda, karena yang bersangkutan sakit.
 
"Pemeriksaan DS [Djoko Susilo] ditunda karena mengaku sakit dan setelah diperiksa memang sakit. Jadi, pemeriksaan ditunda untuk waktu yang belum ditentukan, sakitnya belum diinformasikan apa," tuturnya. 
 
Padahal, Djoko Susilo seharusnya diperiksa KPK pada hari ini (28/1/2013).
 
Budi Susanto merupakan Dirut PT Citra Mandiri Metalindo Abadi, perusahaan pemenang tender pengadaan simulator, Brigjen Pol. Didik Purnomo adalah mantan Wakil Kepala Korps Lalu Lintas (Wakakorlantas) sekaligus pejabat pembuat komitmen untuk proyek senilai Rp196,8 miliar tersebut.  Adapun, Teddy Rusmawan yang berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi adalah ketua panitia pengadaan proyek simulator kendaraan untuk pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM).
 
Selain melakukan pencegahan terhadap pihak yang terlibat dalam kasus simulator SIM, KPK juga melakukan pencegahan terhadap kasus PLTU Tarahan mulai 22 Januari 2013 dan berlaku selama 6 bulan ke depan. Pencegahan itu merupakan bentuk perpanjangan dari pencegahan yang sudah dilakukan sebelumnya.
 
Menurutnya, dalam kasus PLTU Tarahan, KPK melakukan pencegahan terhadap Izederick Emir Moeis, Zuliansyah (putra Dirut PT Arta Nusantara Utama Zulkarnaen), Reza Rustam Munaf (GM Indonesian Side Marine), dan Eko Suliyanto (Business Development PT Alsthom Power Energy System Indonesia. "Ini perpanjangan pencegahan."
 
Selama ini, KPK belum memeriksa Emir Moeis. Menurut Johan,  dalam penyidikan tidak selalu tersangka yang diperiksa terlebih dahulu, tetapi bisa dari saksi-saksi. 
 
"Penyidik baru periksa saksi-saksi, jadi tersangka, saat ini belum ada jadwal untuk memeriksa Emir Moeis sebagai tersangka, itu strategi penyidikan."
 
Dia menuturkan strategi penyidikan itu bukan berarti jika tidak ada pemeriksaan terhadap tersangka berarti kasus tersebut berhenti. (faa)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top