Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SIKLON TROPIS: Tak Muncul Pertumbuhan Dalam 3 Hari Ke Depan

JAKARTA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melaporkan prospek pertumbuhan siklon tropis untuk wilayah Indonesia sebelah Selatan Katulistiwa pada Senin, (28/1) dinyatakan tidak ada.
- Bisnis.com 28 Januari 2013  |  12:24 WIB

JAKARTA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melaporkan prospek pertumbuhan siklon tropis untuk wilayah Indonesia sebelah Selatan Katulistiwa pada Senin, (28/1) dinyatakan tidak ada.


Demikian juga potensi pertumbuhan siklon tropis tidak ada dalam tiga hari ke depan, yakni pada Selasa (29/1) hingga Kamis (31/1), dengan rincian potensi tersebut kemungkinan kecil.

Yang dimaksud dengan kemungkinan kecil adalah potensi tumbuh menjadi siklon tropis kurang dari 10%.

Untuk wilayah Indonesia sebelah Selatan Katulistiwa meliputi wilayah yang dibatasi antara 0-11 Lintang Selatan dan 90-141 Bujur Timur.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta status tanggap darurat banjir diperpanjang, karena masih ditemukan berbagai kendala penyelesaian masalah pengungsian, sampah, dan sanitasi.

“Banjir juga masih mengancam ibu kota, karena hujan akan mencapai puncaknya pada Februari dan konsekuensinya penanganan bencana oleh BNPB akan terhambat jika status darurat itu dicabut,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Senin (28/1).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan status darurat banjir secara otomatis berakhir setelah diberlakukan mulai Kamis (17/1) hingga Minggu (27/1), meski kewaspadaan masyarakat harus tetap dijaga. (if)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top